Manyala.co — Pemerintah mulai merealisasikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga Jumat (6/3) pukul 16.30 WIB, Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembayaran THR untuk ASN pemerintah pusat telah mencapai Rp3 triliun.
Dana tersebut telah dibayarkan kepada sekitar 631 ribu pegawai dari total sekitar 2,2 juta ASN pemerintah pusat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan masih ada sebagian pegawai yang belum menerima atau mencairkan THR karena proses administrasi di masing-masing instansi masih berjalan.
“Aparatur negara pada pemerintah pusat, jumlah realisasi THR yang telah dibayarkan pada 6 Maret 2026 sebesar Rp3 triliun untuk 631 ribu pegawai, dari total 2,2 juta ASN,” kata Purbaya dalam media briefing dan buka puasa bersama media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3).
Ia menjelaskan pencairan THR sangat bergantung pada pengajuan dari masing-masing instansi. Jika instansi belum mengajukan pencairan, maka pembayaran belum dapat dilakukan.
“Kalau instansinya belum minta ya belum dicairkan. Tapi sejak pagi ini mereka sebenarnya sudah bisa mencairkan,” kata Purbaya kepada wartawan saat ditemui di Kantor Kementerian Keuaangan, Jumat (6/3).
Purbaya menegaskan selisih jumlah penerima bukan berarti anggaran THR belum tersedia. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan seluruh anggaran sehingga kementerian dan lembaga dapat menyalurkannya secara bertahap kepada pegawai.
Menurut dia, sebagian pegawai kemungkinan masih menunggu proses pencairan atau belum mengambil haknya.
“Aparatur Negara pada Pemerintah Pusat, jumlah realisasi THR yang telah dibayarkan pada tanggal 6 Maret 2026 adalah sebesar Rp3 triliun untuk 631.000 pegawai dari total 2,2 juta ASN. Berarti ada yang masih belum ngambil,” kata Purbaya.
Ia menambahkan sebagian besar pembayaran kemungkinan sudah mulai dilakukan oleh instansi sejak hari yang sama.
“Mungkin sebagian besar sudah keluar sekarang. Saya tidak tahu kalau instansinya belum meminta atau belum mencairkan. Tapi mereka sudah bisa mencairkan sejak pagi ini,” ujarnya.
Selain ASN aktif, pemerintah juga telah menyalurkan THR kepada para pensiunan. Hingga saat ini, pembayaran untuk pensiunan mencapai Rp11,4 triliun kepada 3.568.570 penerima atau sekitar 93,55 persen dari total penerima yang berhak.
Sementara itu, realisasi THR bagi ASN pemerintah daerah masih relatif kecil. Hingga waktu yang sama, tercatat baru tiga pemerintah daerah dari total 546 pemda yang telah melakukan pembayaran.
Total THR yang telah dibayarkan oleh tiga pemerintah daerah tersebut mencapai Rp127,6 miliar kepada 16.848 pegawai daerah.
“THR bagi ASN daerah terealisasi Rp127,6 miliar untuk 16.848 pegawai yang telah dilakukan oleh tiga pemda dari 546 pemda. Jadi seperti itu, tapi semuanya sudah siap, tinggal seberapa cepat mereka mencairkan,” kata Purbaya.
































