Upaya Hukum Terakhir Gagal, MA Tolak PK Johnny Plate di Kasus Korupsi BTS Kominfo

Upaya Hukum Terakhir Gagal, MA Tolak PK Johnny Plate di Kasus Korupsi BTS Kominfo - PK Johnny Plate - Gambar 1450
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Rabu (17/5/2023).

Manyala.co – Mahkamah Agung (MA) secara resmi menolak permohonan peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Gerard Plate, terkait kasus mega korupsi proyek pengadaan BTS 4G milik Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo yang terjadi dalam rentang waktu 2020 hingga 2022.

Putusan tersebut tercatat dalam dokumen perkara bernomor 919 PK/PID.SUS/2025, yang dikutip dari laman informasi resmi MA RI pada Selasa (13/5). Dengan penolakan ini, maka vonis 15 tahun penjara dan denda serta kewajiban membayar uang pengganti terhadap Johnny Plate tetap berlaku.

Majelis Hakim Tegas Tolak Permohonan PK

PK yang diajukan oleh Johnny Plate diputuskan ditolak oleh majelis hakim agung yang diketuai oleh Surya Jaya, dengan dua anggota hakim lainnya yakni Agustinus Purnomo Hadi dan Sutarjo. Sidang putusan dilangsungkan pada Jumat, 9 Mei 2025.

Dengan begitu, hasil putusan PK ini memperkuat hasil putusan pada tingkat kasasi sebelumnya, dan tidak ada lagi upaya hukum yang bisa ditempuh oleh Johnny Plate di jalur peradilan.

Riwayat Putusan: Dari Pengadilan Tipikor Hingga Kasasi

Sebelum mengajukan PK, Johnny Plate telah melalui proses hukum panjang. Ia divonis 15 tahun penjara dan dikenai denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan oleh majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat pada 8 November 2023.

Kisah Haru Driver Ojol Tunarungu di Medan, Motor Hilang Usai Kecelakaan Diganti Anggota DPR RI Ade Jona Prasetyo

Putusan tersebut kemudian dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada tahap banding melalui Putusan Nomor 1/PID.SUS-TPK/2024/PT DKI, yang dibacakan pada Senin, 12 Februari 2024. Namun, pada tahap ini ada penyesuaian jumlah uang pengganti yang harus dibayarkan oleh Johnny Plate, yakni dari Rp15,5 miliar menjadi Rp16,1 miliar, ditambah USD 10.000, dengan pidana pengganti berupa penjara lima tahun jika tidak dibayar.

Selanjutnya, saat mengajukan kasasi ke MA melalui perkara Nomor 3448 K/Pid.Sus/2024, majelis hakim juga memutuskan menolak permohonan kasasi Johnny Plate. Dalam putusan tersebut, terdapat satu perubahan minor, yaitu barang bukti berupa mobil mewah Land Rover dengan nomor B-10-HAN dirampas untuk negara, dan nilainya diperhitungkan sebagai bagian dari kompensasi pembayaran uang pengganti.

Kerugian Negara Capai Triliunan Rupiah

Kasus ini termasuk dalam deretan skandal korupsi terbesar dalam sejarah Kominfo. Proyek BTS 4G yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas digital di daerah tertinggal, justru dijadikan ladang korupsi oleh sejumlah pejabat dan pihak swasta.

Berdasarkan perhitungan jaksa dan auditor, kerugian keuangan negara akibat korupsi ini mencapai Rp8,032 triliun. Johnny Plate dianggap turut serta dalam aksi korupsi tersebut bersama beberapa terdakwa lain. Ia dinyatakan bersalah berdasarkan Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Akhir Perlawanan Hukum Johnny Plate

Dengan penolakan PK ini, maka tertutup sudah seluruh jalur hukum yang bisa ditempuh Johnny G Plate dalam perkara ini. Putusan tersebut menjadi final dan mengikat, memastikan bahwa mantan menteri yang pernah menjabat di kabinet Presiden Jokowi itu harus menjalani hukuman penjara 15 tahun, membayar denda dan uang pengganti, serta kehilangan barang-barang yang telah disita untuk negara.

Kapoksi Gerindra Komisi XIII DPR RI Kartika Sandra Desi Hadiri Sosialisasi Penguatan Relawan Gerakan Kebijakan Pancasila di Kota Palembang

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

02

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

03

10 Angkatan Laut Terkuat Dunia 2025: Indonesia Kejutkan Dunia Duduki Peringkat Keempat

04

10 Negara dengan Wilayah Terkecil di Asia dan Peran Strategisnya

05

10 Negara dengan Rata-Rata Ketinggian Tertinggi di Dunia

HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
Manyala.co

Olahraga

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Kolom

× Advertisement
× Advertisement