Manyala.co – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh telah mencatat terkait kasus kematian warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja yang melonjak hingga 75 persen pada Januari-Maret 2025 dari tahun sebelumnya di periode yang sama.
Dalam rilisan resmi KBRI Phnom Penh pada Kamis (24/4/2025), mereka sudah menangani sebanyak 28 kasus kematian WNI. “Angka ini naik 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” demikian pernyataan KBRI Kamboja dikutip pada Selasa (29/4/2025).
Dari laporan kepolisian dan rumah sakit di Kamboja, penyebab utama kematian para WNI mencakup penyakit jantung dan stroke 11 kasus atau 39 persen; diabetes dan gagal ginjal/liver 5 kasus atau 18 persen; kanker, epilepsi, DBD dan gangguan internis lain 4 kasus atau 14 persen; HIV, AIDS, dan sexually transmitted diseases 3 kasus atau 11 persen; kecelakaan, termasuk kecelakaan lalu lintas 3 kasus atau 11 persen; serta TBC dan penyakit paru-paru 2 kasus atau 7 persen.
KBRI mencatat adanya kenaikan signifikan WNI bermasalah di Kamboja hingga 174 persen dibanding tahun sebelumnya. “Dan kalau di rata-rata, maka KBRI telah menangani sekitar 20-25 kasus baru setiap hari kerja,” demikian rilis KBRI Phnom Penh.
Berdasarkan total kasus yang ditangani KBRI, sebanyak 1.112 kasus atau 85 persen melibatkan WNI yang terkait dengan penipuan daring atau online scam. (Istimewa)

































