Mahfud MD: Polemik Ijazah Jokowi Jangan Langgar Nalar Konstitusi

Mahfud MD: Polemik Ijazah Jokowi Jangan Langgar Nalar Konstitusi - Mahfud MD - Gambar 1618
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam siniar Terus Terang, Selasa (29/4/2025). Mahfud meyakini bahwa pengadilan negeri dan PTUN bakal menolak gugatan terkait ijazah Jokowi. Pasalnya, hal tersebut bukan wewenangnya. Hal itu disampaikan saat dirinya menjadi pembicara dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Sabtu (3/5/2025).

Manyala.co – Isu mengenai dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo kembali mencuat di tengah publik. Menanggapi hal itu, Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, menegaskan pentingnya menjaga kewarasan dalam berpikir konstitusional. Ia mengingatkan bahwa membesar-besarkan isu tersebut hingga menyeretnya ke ranah ketatanegaraan justru berisiko mencederai logika konstitusi dan sistem hukum Indonesia.

Berbicara dalam seminar Undang-Undang Kepresidenan yang digelar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) pada 24 April 2025, Mahfud menyampaikan pandangannya secara terbuka. Dalam kutipan dari kanal YouTube resminya, Mahfud menyatakan bahwa dugaan pemalsuan ijazah memang bisa diproses secara hukum pidana, namun tidak serta merta membatalkan legitimasi jabatan atau keputusan Presiden.

“Kalau itu menyangkut pemalsuan, bisa saja diproses pidana karena mengandung kebohongan publik. Tapi itu tidak otomatis menggugurkan jabatan atau keputusan politik Presiden secara konstitusional,” ujarnya.

Mahfud, yang juga dikenal sebagai Guru Besar Hukum Tata Negara UII, menekankan bahwa sah atau tidaknya dokumen pribadi seperti ijazah tidak memiliki pengaruh terhadap keabsahan tindakan-tindakan kenegaraan yang telah diambil Jokowi selama menjabat. Ia menilai, secara hukum administrasi dan tata negara, keputusan yang dibuat secara sah oleh presiden tetap berlaku dan memiliki kekuatan hukum.

“Secara prinsip, keputusan yang dibuat oleh lembaga atau pejabat yang saat itu sah menjabat, tetap dijamin kepastian hukumnya. Tidak bisa dibatalkan hanya karena ada persoalan pribadi,” jelas Mahfud.

Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa, Pemasaran UMKM dan Hasil Tani Makin Terbuka

Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa jika pendekatan hukum yang digunakan bersifat ekstrem dan tidak proporsional, maka bisa menimbulkan kekacauan besar dalam sistem pemerintahan. Ia memberikan gambaran, jika keabsahan presiden digugat hanya karena urusan ijazah, maka semua kebijakan nasional, pengangkatan menteri, kerja sama internasional hingga keputusan yudisial bisa dianggap tidak sah.

“Kalau semua keputusan Jokowi dianggap gugur karena ijazahnya dipersoalkan, maka artinya negara ini bubar. Menteri yang diangkat tidak sah, perjanjian luar negeri batal, pengangkatan hakim juga ikut terdampak. Itu kan nalar yang tidak sehat dalam berdemokrasi,” tutur Mahfud.

Menurutnya, penting untuk menjaga logika dan proporsi dalam menanggapi isu-isu semacam ini, agar hukum tetap menjadi alat kepastian dan bukan alat kegaduhan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wamen Kebudayaan Apresiasi Wali Kota Munafri, Makassar Sukses Jadi Tuan Rumah KMI 2026

02

Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa, Pemasaran UMKM dan Hasil Tani Makin Terbuka

03

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

04

Loka MBG Segera Diluncurkan, BGN Bidik Pasar Lebih Luas bagi Petani dan Peternak

05

Respons Kritik Malaysia-Singapura soal Karhutla, Dasco: Jawab dengan Kerja Teruji

06

Semarak Budaya 2026 di Palopo, La Tinro La Tunrung Dorong Pelestarian Warisan Budaya

07

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wali Kota Makassar Munafri Rawat Kebersamaan dengan Pemuda Lintas OKP

08

Kebakaran Melonjak, Petugas Damkarmat Makassar Siaga Siang hingga Dini Hari

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Prabowo Tepati Janji, Bonus Atlet Peraih Emas Asian Games Tembus Rp3 Miliar

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Kolom

× Advertisement
× Advertisement