Enrekang, Manyala.co – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Enrekang, Ratnawati M. Yusuf Ritangnga, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut bertanggung jawab dalam menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hal ini disampaikan Ratnawati saat menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang digelar di Kecamatan Alla, Rabu, 2 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Ratnawati menekankan pentingnya peran aktif jajaran TP PKK dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta menjadi pelopor terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak.
“Mari kita buka ruang yang sehat dalam keluarga, dan kita kuatkan peran untuk mewujudkan keluarga yang tangguh, bebas dari kekerasan, serta berdaya secara sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Enrekang, Husmini Husain, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2025, pihaknya telah menangani 18 kasus kekerasan, terdiri atas 5 kasus terhadap laki-laki dan 13 kasus yang menimpa perempuan.
“Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 40 kasus kekerasan yang kami tangani. Tahun ini kami terus melakukan pendampingan jika ada pengaduan, termasuk penjangkauan, pengolahan kasus, mediasi, serta menyediakan rumah perlindungan bagi korban,” jelas Husmini.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemkab Enrekang dalam menekan angka kekerasan dan membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak.
































