Makassar Jadi Kota Pertama Miliki PSEL, Teknologi Ramah Lingkungan Diklaim Atasi Bau dan Polusi

Makassar Jadi Kota Pertama Miliki PSEL, Teknologi Ramah Lingkungan Diklaim Atasi Bau dan Polusi - Makassar - Gambar 164
Pemenang tender proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan langsung didorong untuk malakukan groundbreaking pada Desember 2023.

Manyala.co – Kota Makassar akan mencatat sejarah baru dalam pengelolaan sampah. Sebuah Proyek Strategis Nasional (PSN) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau dikenal dengan PSEL akan segera berdiri di kawasan Tamalanrea, tepatnya di Jalan Ir Sutami, Gudang Eterno. Pembangunan fasilitas ini menandai Makassar sebagai daerah pertama di Indonesia yang mengoperasikan pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Proyek ini dijalankan bersama PT SUS Environment Co. Ltd, sebuah perusahaan global asal Tiongkok yang sudah lama dikenal sebagai pemain utama dalam bidang waste to energy (WtE). Melalui juru bicaranya, Zhang Jie atau yang akrab disapa Jack Zhang, pihak perusahaan menegaskan bahwa teknologi yang digunakan dalam proyek ini telah terbukti di berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Eropa, Amerika Serikat hingga negara asalnya, Tiongkok.

Perusahaan tersebut bukan pendatang baru dalam bidang WtE. Mereka sudah berinvestasi pada lebih dari 85 proyek serupa di Tiongkok dengan kapasitas pengolahan sampah harian mencapai 120 ribu ton. Selain itu, proyek mereka juga telah berjalan di beberapa negara lain termasuk Thailand, Vietnam, hingga Uzbekistan.

Zhang mengklaim, fasilitas di Makassar ini tidak hanya akan mengurangi masalah darurat sampah kota, tetapi juga sejalan dengan misi Indonesia mencapai target netral karbon.

Klaim Teknologi Bebas Bau dan Polusi

Kekhawatiran masyarakat soal polusi udara, bau busuk, maupun rembesan air lindi coba ditepis Zhang. Ia menyebut pengolahan dilakukan dengan sistem tertutup. Gas buang dari cerobong akan melalui tahapan pembersihan, air lindi dikendalikan melalui sistem pengumpulan khusus, sementara bagian dasar dan dinding bangunan dilapisi anti rembes serta anti korosi. Bahkan, sumur pemantau akan dipasang untuk memastikan kualitas air tanah tetap terjaga.

Instruksi Wali Kota Makassar: Mulai 1 Agustus, TPA Tamangapa Tak Lagi Terima Sampah Campur

Selain itu, kendaraan pengangkut sampah yang digunakan pun tidak terbuka. Jack memastikan, tidak akan ada sampah tercecer atau bau menyengat sepanjang jalur distribusi menuju lokasi. “Bahkan di dalam kawasan, kami akan membangun mes karyawan. Itu bentuk jaminan bahwa PSEL ini aman bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.

Menurutnya, dampak paling nyata yang mungkin dirasakan masyarakat hanyalah suara mesin. Namun, teknologi peredam suara sudah disiapkan untuk meminimalkan kebisingan.

Kapasitas Olahan dan Listrik yang Dihasilkan

Fasilitas PSEL Tamalanrea dirancang memiliki dua jalur insinerasi, masing-masing mampu mengolah 650 ton sampah per hari. Total kapasitasnya mencapai 1.300 ton per hari, yang terdiri dari 1.000 ton sampah harian warga dan tambahan 300 ton dari TPA Tamangapa.

Dari pengolahan tersebut, akan dihasilkan tenaga listrik dengan kapasitas turbin uap generator sebesar 35 MW. Namun daya yang bisa langsung disalurkan ke jaringan listrik berkisar 26 MW. Dalam setahun, diproyeksikan produksi listrik mencapai 210 juta kWh. Energi sebesar itu diyakini cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 150 ribu rumah tangga di Makassar.

Tak hanya listrik, hasil sampingan berupa abu insinerasi juga akan diolah kembali menjadi produk berguna seperti paving block. “Kami ingin menunjukkan bahwa limbah pun bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Zhang.

Pemkot Makassar Tuntaskan BAST Renovasi, DPRD Segera Tempati Gedung Sementara di Pettarani

Alasan Pemilihan Lokasi di Tamalanrea

Banyak pihak bertanya mengapa proyek ini dibangun di Tamalanrea, bukan di kawasan Manggala yang selama ini menjadi lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Zhang menjelaskan, kondisi lahan di Manggala tidak memungkinkan lagi karena hampir tidak ada lahan kosong yang bisa digunakan. Selain itu, area Antang di Manggala sudah tercemar berat akibat rembesan air lindi sehingga tidak cocok dijadikan sumber air produksi.

Lokasi di Tamalanrea dinilai lebih strategis. Selain dekat dengan Sungai Tello dan gardu induk Kima di Kawasan Industri Makassar, posisi tersebut juga tidak jauh dari titik utama penghasil sampah kota. Dengan begitu, distribusi sampah akan lebih cepat dan efisien.

“Proyek ini jangka panjang, 30 tahun lamanya, terdiri dari 2 tahun masa konstruksi dan 28 tahun masa operasional. Karena itu kami berharap dukungan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun tokoh lokal,” kata Zhang.

Sebagai bentuk komitmen sosial, PT SUS juga menawarkan sejumlah kontribusi tambahan seperti penyediaan lapangan kerja, pembangunan saluran drainase baru, penyediaan toilet, bantuan medis, hingga program sosial yang akan diberikan secara berkala.

Dukungan Tokoh Masyarakat Setelah Studi Banding ke Cina

Untuk meyakinkan warga sekitar, perusahaan ini sempat mengajak beberapa tokoh masyarakat berkunjung langsung ke fasilitas PSEL di Tiongkok pada 2024 lalu. Dua di antaranya adalah Hj Amran dan M Said, yang saat itu masih menjabat sebagai pejabat sementara Ketua RT dan RW di Tamalalang dan Bira.

Komdigi Apresiasi Wali Kota Munafri, MCH Nabuka Nusantara Jadi Ruang Kreatif Anak Muda Makassar

Keduanya bersaksi bahwa fasilitas serupa di Cina benar-benar bersih, tidak berbau, dan bebas dari polusi. Mereka mengaku melihat sendiri bahwa sampah di sana tidak berserakan dan lingkungan sekitar tetap terjaga.

“Di Cina betul-betul teratur, kami tidak melihat ada bau busuk maupun asap kotor dari cerobong. Semoga hal yang sama bisa terwujud di Makassar,” ungkap Amran dan M Said dalam testimoni mereka.

Mereka juga menepis anggapan bahwa masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi. Menurut M Said, sejak 2023 sudah ada pertemuan dan sosialisasi dengan warga setempat. Bahkan ia mengaku masih menyimpan bukti dokumentasi foto dari beberapa pertemuan tersebut.

Harapan Jangka Panjang

Dengan hadirnya PSEL di Tamalanrea, pemerintah dan pihak swasta berharap masalah sampah di Makassar yang sudah mencapai kondisi darurat bisa segera teratasi. Volume sampah yang biasanya menumpuk di TPA Tamangapa diharapkan berkurang hingga 90 persen. Selain itu, warga juga mendapatkan manfaat langsung berupa pasokan listrik serta lingkungan yang lebih bersih.

Meski masih ada pro dan kontra, perusahaan menegaskan bahwa proyek ini didesain dengan standar keamanan dan ramah lingkungan setara internasional. Kehadiran PSEL Makassar sekaligus menjadi tonggak awal bagi Indonesia dalam mengembangkan energi ramah lingkungan berbasis pengolahan sampah.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement