Makassar, Manyala.co – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pembangunan Stadion Sudiang di Kota Makassar segera direalisasikan. Proyek beranggaran besar ini dirancang menjadi stadion bertaraf internasional dengan target rampung pada April 2027.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan bahwa tahap awal pembangunan akan dimulai akhir tahun 2025. Ia optimistis pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana. “Insyaallah dalam 18 bulan (masa pengerjaan), ditargetkan April 2027, kita sudah punya Stadion Sudiang. Doakan semoga berjalan lancar,” ucapnya, Selasa (30/9/2025).
Sebelum masuk ke tahap konstruksi, seluruh dokumen dan kewenangan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sulsel dipastikan sudah tuntas. Fatmawati menambahkan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. “Koordinasi intens dengan Kementerian PU untuk dokumen-dokumen yang menjadi kewenangan Pemprov sudah rampung, sehingga tentunya insyaallah pembangunan akan berjalan sesuai target,” jelasnya.
Berdasarkan catatan resmi di situs spse.inaporc.id, nilai pagu anggaran pembangunan stadion mencapai Rp 674.952.980.000 atau sekitar Rp 674,9 miliar. Anggaran ini dialokasikan melalui APBN dengan pola kontrak tahun jamak 2025–2027. Tender proyek yang masih berlangsung diikuti oleh 117 peserta.
Pemprov Sulsel telah menyediakan lahan seluas 17 hektare di kawasan GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, untuk lokasi pembangunan. Sekitar 7 hektare digunakan untuk bangunan stadion utama, sementara sisanya diperuntukkan bagi fasilitas penunjang. Rencananya, peletakan batu pertama atau groundbreaking digelar pada November 2025, sedangkan masa pengerjaan dihitung sejak kontrak ditandatangani oleh pemenang tender.
Adapun pengumuman pemenang tender dijadwalkan pada 17 Oktober 2025, dengan penandatanganan kontrak pada 24 Oktober 2025. Proses pembangunan mencakup 17 lingkup pekerjaan yang luas, mulai dari persiapan, struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing, hingga penyelesaian lapangan sepak bola, lanskap kawasan, signage, sistem persampahan, instalasi pengolahan limbah (IPAL), grease trap, hingga penyambungan infrastruktur.
Iwan, Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel dari Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan stadion ini dirancang berkapasitas 27.000 penonton. Ia menyebut kursi disiapkan dengan sistem single seat. “Kalau hitungan perencanaan itu sih 27.000 penonton. Itu dengan variasi (kursi penonton) ada yang monoblock, ada VIP, dan royal box,” jelasnya.
Lebih jauh, Iwan menegaskan Stadion Sudiang diproyeksikan memenuhi standar internasional. “Iya (Stadion Sudiang dibangun berstandar internasional). Stadion BJ Habibie saja kita bangun saja standar FIFA,” ungkapnya, merujuk pada stadion yang menjadi markas PSM Makassar di Parepare.
Fatmawati Rusdi menilai stadion ini bakal menghadirkan manfaat luas, baik di sektor olahraga maupun perekonomian. “Kami ingin stadion ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Sulsel,” tuturnya. Menurutnya, stadion yang kelak menjadi ikon baru Sulawesi Selatan ini juga akan memberikan multiplier effect terhadap pariwisata dan industri olahraga daerah.
Dengan kapasitas besar dan fasilitas modern, Stadion Sudiang diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. “Masyarakat Sulsel akan semakin bangga, karena stadion ini bukan hanya jadi kebanggaan daerah, tapi juga tempat menyalurkan bakat sepak bola dan memenuhi hasrat pencinta bola untuk bisa menyaksikan langsung pertandingan,” tambah Fatmawati.
































