Manyala.co – Indonesia secara resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan International Stabilization Forces (ISF) untuk Gaza, menyusul Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace yang digelar di Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).
KTT Board of Peace dihadiri 27 negara anggota tetap dan 22 negara pengamat, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. Pertemuan ini diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membentuk pasukan perdamaian internasional bagi wilayah Gaza, Palestina, dalam rangka menstabilkan situasi pasca-konflik.
Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Jasper Jeffers ditunjuk sebagai Komandan ISF, sementara Indonesia menerima posisi Wakil Komandan. Lima negara pertama yang menyatakan kesiapannya mengirim pasukan ke ISF adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Mesir dan Yordania ditugaskan melatih kepolisian Gaza. Indonesia berkomitmen mengirim hingga 8 ribu personel.
Presiden AS Donald Trump menyumbang dana sebesar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp169 triliun untuk mendukung Board of Peace, dua kali lipat dari kontribusi gabungan negara lain yang mencapai 5 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sebagian akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, stabilisasi wilayah, dan program kemanusiaan.
Trump menekankan perlunya Hamas melucuti senjata sebagai syarat utama perdamaian, serta demiliterisasi Jalur Gaza. “Jika Hamas tidak menyerahkan senjata mereka, konsekuensi yang sangat berat akan dihadapi,” ujar Trump. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menekankan de-radikalisasi masyarakat Palestina dan pembongkaran infrastruktur militer Hamas sebagai bagian dari proses perdamaian yang berkelanjutan.
Selain aspek militer, FIFA juga bergabung dalam Board of Peace untuk mendukung misi kemanusiaan melalui olahraga, dengan fokus membangun kembali harapan dan kepercayaan masyarakat Palestina. Presiden FIFA Gianni Infantino menekankan peran sepak bola sebagai pemersatu bangsa dan instrumen sosial untuk perdamaian.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam misi ini. “Kami siap berkontribusi dengan pasukan signifikan, hingga 8 ribu personel, untuk berperan aktif dalam kekuatan stabilisasi internasional,” ujarnya. Langkah ini dipandang strategis untuk mendukung perdamaian berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi keamanan global.
KTT Board of Peace menjadi tonggak penting bagi inisiatif internasional menstabilkan Gaza setelah konflik berkepanjangan, sekaligus menunjukkan kolaborasi negara-negara anggota dan lembaga internasional dalam penanganan krisis kemanusiaan dan pembangunan kembali wilayah terdampak.
































