Makassar, Manyala.co – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan uang tunai Rp4,5 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026, meningkat 5 persen dibanding realisasi 2025 sebesar Rp4,3 triliun.
Alokasi tersebut terdiri atas Uang Pecahan Besar (UPB) senilai Rp4,31 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) Rp183 miliar. Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran transaksi ekonomi serta memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Sulawesi Selatan selama periode permintaan musiman yang meningkat.
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Manajemen Intern BI Sulsel, Tri Adi Riyanto, mengatakan proyeksi kebutuhan uang tunai tahun ini naik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya.
“Hal tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional serta adanya peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri, serta perluasan akseptasi digital,” kata Tri dalam kegiatan Bincang Bareng Media di Makassar, Jumat.
Untuk mendukung distribusi uang tunai, BI Sulsel meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Program ini mencakup perluasan layanan penukaran uang bekerja sama dengan perbankan dan pemerintah daerah di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Layanan penukaran dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari hingga 13 Maret 2026. BI menyediakan 120 titik layanan penukaran, meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan titik layanan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap uang pecahan baru, khususnya di wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi selama Ramadan.
Selain itu, BI Sulsel menyiapkan 26.143 paket penukaran uang yang dapat dipesan melalui aplikasi PINTAR. Jumlah ini meningkat 61 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 16.243 paket. Optimalisasi platform digital tersebut ditujukan untuk menata distribusi agar lebih efisien dan mengurangi antrean di lokasi penukaran.
Melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara daring dan memilih lokasi serta jadwal penukaran. BI menetapkan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta per orang, naik dari Rp4,3 juta pada periode sebelumnya. Paket penukaran mencakup pecahan Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, hingga Rp75.000.
Peningkatan kebutuhan uang tunai pada periode Ramadan dan Idulfitri merupakan pola tahunan yang dipengaruhi kenaikan konsumsi rumah tangga, tradisi pemberian uang kepada keluarga, serta lonjakan aktivitas perdagangan ritel. Meski transaksi digital terus berkembang, permintaan uang kartal tetap signifikan pada momen hari besar keagamaan.
Langkah BI Sulsel juga mencerminkan strategi bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara penguatan sistem pembayaran digital dan pemenuhan kebutuhan uang fisik masyarakat. Hingga pengumuman ini disampaikan, belum ada perubahan kebijakan tambahan terkait distribusi uang tunai di luar skema SERAMBI 2026.
Dengan peningkatan nilai siapan kas, perluasan titik layanan, serta optimalisasi pemesanan digital, BI Sulsel menargetkan distribusi uang tunai selama Ramadan dan Idulfitri 2026 berlangsung lancar, merata, dan tepat sasaran di seluruh wilayah provinsi tersebut.
































