Manyala – Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Rahul menjadi calon tunggal Ketua Karang Taruna Riau setelah memperoleh dukungan dari 12 kabupaten/kota dalam proses penjaringan Temu Karya tingkat provinsi.
Penetapan tersebut dilakukan setelah Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Temu Karya Karang Taruna Provinsi Riau menyelesaikan seluruh tahapan penjaringan calon. Proses tersebut mencakup pembukaan pendaftaran hingga verifikasi administrasi bakal calon.
Ketua SC menyatakan bahwa seluruh tahapan telah berjalan sesuai mekanisme organisasi dan dilakukan secara terbuka. Proses tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) untuk memastikan kesesuaian dengan aturan yang berlaku.
“Berdasarkan hasil verifikasi, hanya satu kandidat yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan dukungan, yakni saudara Muhammad Rahul, yang didukung oleh 12 Karang Taruna kabupaten/kota se-Provinsi Riau,” ujarnya.
Dukungan dari 12 daerah tersebut mencerminkan konsolidasi internal organisasi yang mengerucut pada satu figur. Hal ini sekaligus memastikan Rahul melaju sebagai calon tunggal dalam forum Temu Karya Karang Taruna Provinsi Riau untuk periode kepengurusan mendatang.
Pihak OC menegaskan bahwa seluruh proses telah dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan organisasi. Penyelenggara juga memastikan tidak ada tahapan yang dilanggar dalam proses penjaringan calon.
“Kami memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel, mulai dari pendaftaran hingga penetapan calon,” kata perwakilan OC.
Menanggapi penetapan tersebut, Muhammad Rahul menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh pengurus Karang Taruna di tingkat kabupaten/kota. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari 12 kabupaten/kota. Ini adalah amanah besar yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Rahul menegaskan pentingnya peran Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menilai organisasi harus aktif dalam kegiatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan pemuda.
“Karang Taruna tidak boleh hanya menjadi organisasi formal. Kita harus hadir di tengah masyarakat sebagai motor penggerak kegiatan sosial, ekonomi, dan kepemudaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya sinergi antara program pusat dan daerah agar implementasi kebijakan dapat berjalan merata. Menurutnya, pemerataan program menjadi kunci agar seluruh pemuda di daerah mendapatkan manfaat yang sama.
“Kita ingin program-program dari pusat tidak berhenti di tingkat provinsi saja, tetapi harus bisa didorong hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Riau. Pemerataan program ini penting agar seluruh pemuda merasakan manfaat yang sama,” katanya.
Rahul turut mengajak seluruh elemen organisasi untuk menjaga soliditas dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Karang Taruna ke depan.
“Momentum ini harus menjadi ajang konsolidasi bersama. Kita bangun Karang Taruna Riau yang lebih kuat, solid, dan mampu bersinergi dari pusat hingga daerah demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan status sebagai calon tunggal, Rahul dipastikan akan melaju dalam forum Temu Karya sebagai kandidat Ketua Karang Taruna Provinsi Riau periode mendatang. Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat kandidat lain yang memenuhi syarat pencalonan.

































