Makassar, Manyala — Semangat meningkatkan kualitas pembelajaran ditunjukkan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) Kecamatan Tallo. Para guru PJOK dari Kecamatan Tallo turut ambil bagian dalam Pelatihan Pembelajaran Deep Learning bersama guru PJOK se-Kota Makassar.
Kegiatan berlangsung selama dua hari di Hotel W Three, Jalan Lagaligo, Makassar. Peserta dibagi dalam dua sesi dan kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Pelatihan ini menjadi wadah bagi guru PJOK untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat silaturahmi antar-guru dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.
Guru PJOK Tallo Kompak Hadiri Pelatihan
Kabid Humas KKG PJOK Kecamatan Tallo, Zuljalali Al Imran, mengatakan kehadiran guru PJOK dari setiap sekolah di Kecamatan Tallo tidak terlepas dari komunikasi dan kerja sama yang baik antara panitia penyelenggara dan K3S Kecamatan Tallo.
“Alhamdulillah guru olahraga di setiap sekolah hadir. Ini berkat kerja sama dan komunikasi yang baik dengan panitia penyelenggara dan dukungan K3S Kecamatan Tallo,” kata Zuljalali.
Tingkatkan Kompetensi dan Perkuat Silaturahmi
Ketua KKG PJOK Kecamatan Tallo, Ahwil Hidayat, menilai kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus mempererat silaturahmi antar-guru PJOK.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan kompetensi guru PJOK dan memperkuat silaturahmi antar-kecamatan,” ujar Ahwil.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru diharapkan berdampak pada kualitas pembelajaran serta kemampuan dalam mengenali dan mengembangkan potensi olahraga peserta didik sejak sekolah dasar.
Siap Cetak Atlet Baru dari Sekolah Dasar
Ahwil menegaskan, guru PJOK Kecamatan Tallo siap mengambil peran dalam memajukan pendidikan sekaligus pembinaan olahraga sejak usia dini.
“Guru PJOK Kecamatan Tallo siap MULIAKAN PENDIDIKAN DAN MENCETAK ATLET BARU DARI SEKOLAH DASAR,” tegasnya.
Melalui pelatihan dan penguatan kompetensi tersebut, guru PJOK diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin inovatif dan bermakna, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya bibit-bibit atlet baru dari sekolah dasar.

































