Bitcoin Tembus Rp 1,79 Miliar, Cetak Rekor Baru di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik

Bitcoin Tembus Rp 1,79 Miliar, Cetak Rekor Baru di Tengah Sentimen Pasar yang Membaik - Bitcoin - Gambar 1329
Harga Bitcoin kembali menanjak tajam dan mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarah pada Rabu, 22 Mei 2025.

Manyala.co – Harga Bitcoin kembali menanjak tajam dan mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarah pada Rabu, 22 Mei 2025. Mata uang kripto terbesar di dunia ini sempat menyentuh level USD 109.760 per BTC, atau setara sekitar Rp 1,79 miliar jika mengacu pada kurs Rp 16.325 per dolar AS pada pukul 11.41 WIB. Meski sempat terkoreksi tipis dan ditutup di kisaran USD 108.117, pencapaian ini tetap menandai tonggak penting dalam perjalanan harga Bitcoin.

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan nilai Bitcoin kali ini adalah membaiknya iklim pasar global. Setelah sempat terguncang oleh kekhawatiran tarif perdagangan dan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kondisi pasar mulai stabil. Menurut laporan dari Reuters, ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia itu mulai mereda, yang turut meredakan kekhawatiran investor. Di saat yang sama, penurunan peringkat utang AS oleh lembaga pemeringkat Moody’s menyebabkan sebagian investor mulai mencari aset lindung nilai alternatif, dan Bitcoin menjadi salah satu pilihannya.

Kenaikan ini juga mengantar Bitcoin masuk ke zona “blue sky territory”, sebuah istilah yang digunakan ketika harga aset menembus level tertinggi sebelumnya dan tidak memiliki batas resistensi teknikal terdekat. Level tertinggi Januari lalu berhasil dilewati, dan harga BTC telah melonjak lebih dari 50 persen dari titik terendahnya pada April, menandakan momentum pasar yang sangat kuat.

Antoni Trenchev, salah satu pendiri platform aset digital Nexo, menyebut dalam pernyataan tertulisnya bahwa dukungan dari institusi besar dan lingkungan regulasi yang semakin bersahabat di Amerika Serikat turut menjadi faktor pendorong lonjakan harga. Salah satu contohnya adalah JPMorgan, yang selama ini dikenal konservatif terhadap kripto, kini mulai membuka layanan pembelian Bitcoin bagi nasabahnya. Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat bahwa adopsi institusional terhadap Bitcoin semakin meluas.

Dari sisi makroekonomi, pelemahan nilai tukar dolar AS juga berperan dalam memperkuat nilai Bitcoin. Ketika dolar melemah, investor cenderung mencari alternatif penyimpan nilai, dan Bitcoin kini dipandang layak bersaing dengan emas maupun aset tradisional lainnya.

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Kabar positif lainnya datang dari pasar saham. Indeks Nasdaq yang banyak dihuni oleh saham teknologi menunjukkan kenaikan sekitar 30 persen sejak awal April, menandakan adanya korelasi antara sentimen positif di pasar teknologi dan pergerakan Bitcoin. Hal ini tidak mengejutkan, mengingat Bitcoin dan aset kripto lain sering kali bergerak seirama dengan saham teknologi saat investor sedang dalam kondisi optimistis.

Namun, di tengah kabar baik, masih ada beberapa catatan yang perlu diwaspadai. Perusahaan kripto terkemuka, Coinbase, memang baru saja mencatat pencapaian besar dengan masuk ke dalam indeks S&P 500—sebuah langkah yang memperkuat legitimasi industri kripto di mata investor tradisional. Akan tetapi, perusahaan ini juga sedang menghadapi penyelidikan dari Departemen Kehakiman AS terkait dugaan kebocoran data pengguna, yang bisa mempengaruhi persepsi pasar dalam jangka pendek.

Trenchev juga menyoroti bahwa 2025 diprediksi akan menjadi tahun emas bagi Bitcoin. Ia menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun keempat dalam siklus harga Bitcoin, yang biasanya menunjukkan tren kenaikan pasca-halving—momen ketika imbalan penambangan Bitcoin dipangkas separuh. Secara historis, periode ini sering kali menghasilkan lonjakan harga signifikan. Menurutnya, target harga USD 150.000 per BTC pada akhir tahun masih sangat realistis.

Sementara itu, kripto terbesar kedua, Ethereum (ether), belum menunjukkan performa sekuat Bitcoin. Harga ETH justru mengalami sedikit koreksi, turun sekitar 0,5 persen ke level USD 2.513. Ini menunjukkan bahwa reli saat ini masih terfokus pada Bitcoin, setidaknya untuk sementara waktu.

Secara keseluruhan, lonjakan harga Bitcoin kali ini mencerminkan kombinasi faktor teknikal, sentimen investor, dukungan institusi, serta kondisi makroekonomi yang sedang menguntungkan bagi aset digital. Meski tantangan tetap ada, arah pasar menunjukkan bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai bagian dari portofolio investasi global.

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

02

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

03

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

04

Presiden Prabowo Angkat 26 Anggota Wantimpres di Istana Negara

05

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

06

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lubang Buaya

07

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement