Desakan Amerika Serikat terhadap Israel Usai Serangkaian Serangan ke Gereja dan Warga Sipil Palestina

Desakan Amerika Serikat terhadap Israel Usai Serangkaian Serangan ke Gereja dan Warga Sipil Palestina - Israel - Gambar 605
Israel Serangan Gereja.

Manyala.co – Ketegangan di wilayah pendudukan Palestina semakin meruncing setelah sejumlah tempat ibadah Kristen menjadi target serangan oleh militer Israel dan kelompok pemukim liar Yahudi. Di tengah sorotan internasional, Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Michael Dale Huckabee, menyampaikan kecaman keras dan menuntut pertanggungjawaban atas penghancuran situs-situs suci tersebut, termasuk gereja berusia 1.500 tahun yang terletak di Desa Taybeh, Tepi Barat.

Pada Sabtu, 19 Juli 2025, Huckabee mengunjungi reruntuhan Gereja St George, yang juga dikenal sebagai Kanisah Al Khidr. Kunjungan itu dilakukannya dua hari setelah tentara Israel menggempur satu-satunya gereja Katolik di Jalur Gaza, yakni Gereja Keluarga Kudus. Dalam pernyataannya, Huckabee menegaskan bahwa tindakan perusakan terhadap tempat ibadah dari agama apa pun, baik gereja, masjid, maupun sinagoga, adalah pelanggaran nilai kemanusiaan dan harus dijatuhi hukuman setimpal.

Pernyataan tersebut mengejutkan banyak pihak mengingat Huckabee selama ini dikenal sebagai pendukung vokal negara Israel dan kebijakan ekspansionisnya di wilayah Tepi Barat. Namun, kasus terbaru tampaknya telah menggoyahkan sikapnya, terutama setelah warga Amerika sendiri menjadi korban. Huckabee bahkan menyinggung pembunuhan terhadap Saif Musallet (20), warga negara AS keturunan Palestina, yang tewas di tangan pemukim liar Yahudi di Sinjil, hanya beberapa kilometer dari Taybeh. Ia menegaskan bahwa tidak cukup hanya memberi peringatan keras terhadap pelaku, namun harus ada tindakan hukum nyata.

Gereja St George sendiri merupakan saksi bisu sejarah panjang kekristenan di Timur Tengah. Bangunan tersebut sudah berdiri sejak abad ke-5 dan dianggap sebagai simbol penting bagi umat Kristen, khususnya komunitas Arab Kristen Palestina. Serangan terhadap gereja ini dianggap bukan hanya sebagai tindakan vandalisme, tetapi juga bagian dari upaya sistematis untuk menghapus jejak komunitas Kristen dari tanah kelahirannya.

Sementara itu, serangan militer Israel terhadap Gereja Keluarga Kudus di Gaza menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya sepuluh lainnya, termasuk seorang pastor. Militer Israel mengklaim bahwa insiden tersebut disebabkan oleh peluru tank yang “tersesat”, meskipun banyak pihak meragukan klaim ini. Patriark Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, dan Pemimpin Gereja Ortodoks Yunani, Theophilos III, mengunjungi lokasi dan menyerukan perlindungan lebih terhadap warga sipil dan tempat-tempat suci di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Jawab Pandangan Fraksi DPRD Makassar, Wali Kota Munafri Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat

Tak hanya gereja, fasilitas kemanusiaan dan infrastruktur dasar warga sipil juga menjadi sasaran. Dalam beberapa minggu terakhir, pemukim Yahudi dilaporkan merusak sumber air dan kebun zaitun milik warga Palestina, selain mengganggu aktivitas peternakan. Taktik seperti ini menjadi bagian dari pola sistematis untuk memaksa penduduk Palestina hengkang dari tanah mereka secara perlahan.

Sejak pecahnya konflik besar pada Oktober 2023, militer Israel dan kelompok pemukim liar telah menewaskan 957 warga Tepi Barat. Ribuan lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa warga negara asing, terutama dari Amerika Serikat. Namun demikian, belum ada satu pun pelaku yang dihukum, membuat Pemerintah AS dikritik keras karena dianggap pasif terhadap pembunuhan warganya sendiri.

Di Jalur Gaza, kekerasan tak kunjung surut. Pada Sabtu, militer Israel kembali meluncurkan serangan udara di kawasan Khan Younis dan Rafah yang menyebabkan 39 warga sipil tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka. Serangan ini terjadi di dekat titik distribusi bantuan yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah organisasi bantuan kemanusiaan yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Ironisnya, meski GHF mengklaim sebagai entitas netral, mereka terus dikritik PBB karena cenderung mengikuti garis kepentingan Israel dan menolak fakta-fakta korban di lapangan.

Empat saksi mata menyatakan bahwa tembakan dilakukan langsung oleh pasukan Tzahal ke arah kerumunan warga yang sedang mengantre bantuan makanan. Abdul Aziz Abed, seorang warga Gaza, mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarganya hampir tertembak saat mencoba mengakses bantuan di kawasan Al-Tina. “Kami datang untuk makanan, bukan untuk ditembaki,” ujarnya dengan nada getir.

GHF membantah telah terjadi penembakan di sekitar pusat distribusi mereka dan menyalahkan “provokator bersenjata” sebagai penyebab kekacauan. Namun laporan dari PBB menyebutkan bahwa setidaknya 875 warga tewas di Gaza ketika sedang mengantre atau berada di dekat pos bantuan kemanusiaan. Bahkan, dari jumlah itu, sekitar 674 korban tewas terjadi di dekat pusat bantuan milik GHF. Dalam pengakuan terbarunya, GHF membenarkan bahwa 20 orang tewas dalam insiden pada 16 Juli di Khan Yunis, namun mereka menuding adanya penyusup bersenjata di tengah kerumunan sebagai biang kerok insiden.

Menlu Sugiono Buka Sidang PBB dengan Salam Lintas Agama, Tegaskan Ketahanan Nasional dan Dukungan untuk Palestina

Organisasi Pangan Dunia (WFP) mengungkapkan situasi yang mengerikan: sepertiga penduduk Gaza kini kelaparan dan tak mampu makan selama beberapa hari berturut-turut. UNRWA, badan PBB yang mengurus pengungsi Palestina, menyebutkan bahwa mereka memiliki pasokan cukup untuk tiga bulan ke depan, namun tak dapat menyalurkan bantuan karena blokade militer Israel yang semakin ketat.

Uskup Anglikan di Yerusalem bahkan menyamakan kondisi anak-anak Gaza dengan kisah dalam novel dystopia Hunger Games, menggambarkan bagaimana mereka harus berebut makanan di bawah ancaman tembakan. Seiring terus berlangsungnya konflik, lebih dari 90 persen penduduk Gaza kini hidup dalam pengungsian, dengan infrastruktur yang hancur dan pasokan kebutuhan dasar yang minim.

Konflik yang telah berjalan selama 21 bulan ini bermula dari serangan Hamas pada Oktober 2023, yang menewaskan 1.219 orang di Israel sebagian di antaranya tewas akibat serangan balasan dari pasukan Israel sendiri. Sebagai respons, Israel meluncurkan serangan habis-habisan ke Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 58.765 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Di tengah kebuntuan diplomatik dan kekerasan yang tak kunjung usai, dunia internasional terus mendesak adanya gencatan senjata. Namun tanpa tekanan yang tegas dan nyata, terutama dari negara-negara seperti Amerika Serikat yang punya pengaruh besar terhadap Israel, jalan menuju perdamaian masih tampak jauh dari jangkauan.

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement