Iran Ancam Targetkan Pangkalan AS Jika Diserang

Iran
Pemerintah Iran secara terbuka mengancam akan membalas serangan udara Amerika Serikat (AS) terhadap tiga fasilitas nuklir utamanya. (Dok. iNews Media)

Manyala.co – Iran memperingatkan bahwa pangkalan, fasilitas, dan aset Amerika Serikat di kawasan akan menjadi “target yang sah” jika Washington melancarkan serangan militer, menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump terkait program nuklir Teheran.

Peringatan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB. Surat tersebut merespons pernyataan Trump yang mengisyaratkan kemungkinan penggunaan pangkalan militer, termasuk fasilitas Inggris di Samudra Hindia, jika Iran tidak mencapai kesepakatan.

“Pernyataan yang begitu agresif dari Presiden Amerika Serikat, menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan membawa malapetaka bagi kawasan tersebut dan akan menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional,” tulis Iravani.

Ia menyerukan Dewan Keamanan untuk “memastikan Amerika Serikat segera menghentikan ancaman penggunaan kekerasan yang melanggar hukum.” Iran, menurut surat itu, tetap berkomitmen pada solusi diplomatik dan penyelesaian ambiguitas terkait program nuklir damainya berdasarkan asas timbal balik.

Namun Iravani menegaskan bahwa jika Iran menghadapi agresi militer, “semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi sasaran yang sah dalam konteks respons defensif Iran.”

Trump Janjikan 10 Miliar Dolar untuk Gaza

Trump pada Kamis (19/2/2026) menyatakan Iran memiliki waktu paling lama 15 hari untuk mencapai kesepakatan dan kembali mengisyaratkan kemungkinan serangan jika perundingan gagal. Pernyataan itu muncul setelah pembicaraan tidak langsung di Jenewa antara utusan AS dan diplomat senior Iran yang dilaporkan menunjukkan kemajuan terbatas.

Upaya diplomatik sebelumnya runtuh pada Juni 2025 ketika Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran, memicu konflik selama 12 hari. Washington kemudian turut melakukan pengeboman terhadap sejumlah situs nuklir Iran, menurut laporan sebelumnya.

Ketegangan juga meningkat di tengah kekhawatiran proliferasi nuklir regional. Dokumen kongres AS dan kelompok pengendalian senjata menyebut Arab Saudi berpotensi memiliki fasilitas pengayaan uranium dalam skema kerja sama nuklir dengan Washington.

“Kerja sama nuklir dapat menjadi mekanisme positif untuk menegakkan norma-norma nonproliferasi dan meningkatkan transparansi, tetapi detail pelaksanaannya sangat penting,” tulis Kelsey Davenport dari Arms Control Association yang berbasis di Washington.

Ia menambahkan dokumen tersebut menimbulkan “kekhawatiran pemerintahan Trump belum mempertimbangkan secara cermat risiko proliferasi yang ditimbulkan oleh perjanjian kerja sama nuklir yang diusulkan dengan Arab Saudi.”

AS Berlakukan Tarif Nol untuk 1.819 Produk RI

Iran selama ini menyatakan program pengayaan uraniumnya bertujuan damai. Namun negara-negara Barat dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut Iran pernah memiliki program nuklir militer terorganisir hingga 2003.

Teheran telah memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian 60 persen, mendekati ambang 90 persen yang diperlukan untuk senjata nuklir. Iran menyatakan tidak berniat mengembangkan bom atom, dan para pejabatnya merujuk pada fatwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang melarang produksi senjata nuklir.

Hingga Jumat malam, belum ada tanggapan resmi terbaru dari Gedung Putih atas surat Iran tersebut. Dewan Keamanan PBB juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait permintaan Teheran.

Berita Terpopuler

01

Deretan Calon Ketua IKA Teknik Sipil Unhas, 2 Dosen Siap Lanjutkan Tongkat Kepemimpinan

02

Indonesia Dukung Palestina lewat Board of Peace, Israel Tetap Menolak

03

Prabowo Luncurkan Program Gentengnisasi Lewat Gerakan Indonesia ASRI

04

Serangan Bersenjata di Balochistan Tewaskan 48 Orang

05

Tujuh Pangkalan Udara Terbesar Amerika Berdasarkan Populasi

PEMKOT MAKASSAR - MANYALA.CO
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Indonesia Juara Grup A Usai Imbang Lawan Irak

Alwi Farhan Lolos Final Indonesia Masters 2026

Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria, Solomon dan Saint Kitts di FIFA Series

Leo/Bagas Lolos Babak Kedua Indonesia Masters 2026

PSM Makassar Tambah Dua Pemain Asing Hadapi Putaran Kedua

Jonatan Christie Runner-up India Open 2026

PSM Makassar Hadirkan Bus Tim dan Rilis Jersey Khusus Suporter

Prabowo Realisasikan Bonus Atlet SEA Games 2025

Mental Juang PSM Makassar Diuji Jelang Laga Kontra Bali United

Malaysia Open 2026: Lima Wakil Indonesia Tampil di Babak 16 Besar

PSM Makassar Uji Pertahanan Hadapi Trisula Borneo FC

Indonesia Usulkan Australia dan Selandia Baru Ikut SEA Games

Indonesia Juara Piala AFF Futsal U-16

Trucha Optimistis PSM Kejar Lima Besar Meski Tanpa Kemenangan

Indonesia U-16 Melaju ke Final AFF Futsal 2025

Kolom