Manyala.co – Pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendapat tanggapan positif dari Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai langkah tersebut sebagai wujud keseriusan institusi kepolisian dalam melakukan pembenahan internal.
“Iya kan semangatnya sebenarnya sama ya, tapi kemudian kan internal kepolisian juga ya perlu kita apresiasi dengan membentuk Tim Reformasi,” ujar Prasetyo Hadi saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2025).
Menurut Prasetyo, pemerintah juga akan membentuk Tim Reformasi Kepolisian. Namun, hal itu masih menunggu kepulangan Presiden Prabowo Subianto dari kunjungan kerjanya ke New York, Amerika Serikat, dalam rangka menghadiri Sidang Umum PBB. “Kalau dari Istana tunggu, mungkin sekembalinya Bapak Presiden, berkenaan dengan Komisi Reformasi Kepolisian,” jelasnya.
Dari pihak kepolisian sendiri, pembentukan tim ini dituangkan melalui surat perintah resmi yang ditandatangani langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab dan akuntabilitas institusi kepolisian.
“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan kepada staf dan jajarannya sebagai langkah responsibilitas dan akuntabilitas,” ucap Trunoyudo, Senin (22/9). Ia menambahkan, tim ini akan bekerja sama dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan reformasi di tubuh Polri dapat berjalan efektif.
Harapan besar pun tertuju pada tim yang dibentuk tersebut. Keberadaannya dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait peningkatan kinerja kepolisian. Trunoyudo menegaskan bahwa Polri berkomitmen melaksanakan reformasi yang mampu memperkuat kepercayaan publik.
Dengan demikian, inisiatif Kapolri bukan hanya bentuk perbaikan internal, tetapi juga sinyal keterbukaan Polri dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat. Dukungan dari Istana diharapkan memperkuat langkah ini agar proses reformasi berjalan lebih komprehensif.

































