Manyala.co – Menjelang awal Ramadan 1447 Hijriyah pada Kamis, 19 Februari 2026, para ahli kesehatan menekankan pentingnya persiapan fisik dan pola makan untuk mencegah keluhan umum seperti pusing, naiknya asam lambung, dan kelelahan di hari pertama puasa.
Ruba ElHourani, ahli gizi klinis dan Kepala Departemen Kesehatan Pencegahan dan Nutrisi di RAK Hospital, menyarankan persiapan dimulai beberapa minggu sebelum Ramadan. โPersiapan secara bertahap membantu tubuh menyesuaikan metabolisme, siklus hidrasi, dan pola tidur, sehingga hari-hari awal berpuasa menjadi lebih ringan,โ ujarnya.
Ia juga menekankan agar tidak melakukan perubahan gaya hidup secara drastis begitu puasa dimulai, melainkan menyesuaikan waktu makan secara bertahap, mengurangi camilan berlebihan, membatasi kafein, serta menjaga pola tidur dan hidrasi.
Selain itu, Dr. Eman Farag, spesialis penyakit dalam dan dosen di Burjeel Specialty Hospital, menyoroti pentingnya perubahan pola makan untuk mencegah dehidrasi, kelelahan, dan refluks asam lambung. Ia merekomendasikan konsumsi karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, oat, dan beras merah, serta protein dari telur, ikan, ayam, dan kacang-kacangan.
Lemak sehat dari minyak zaitun, kacang, dan biji-bijian dianjurkan untuk menjaga energi stabil sepanjang hari. Dr. Farag juga menyarankan pengurangan makanan yang asam, pedas, digoreng, atau minuman bersoda, terutama bagi individu dengan risiko gastritis atau refluks.
Para ahli menekankan bahwa hidrasi harus ditingkatkan secara bertahap sebelum Ramadan dimulai, bukan menunggu hari pertama puasa. Hal ini membantu mencegah penurunan energi mendadak dan lonjakan gula darah. Viktor Santoso Tandiasa, kuasa hukum para pemohon puasa di konteks lokal, menekankan bahwa persiapan ini penting agar konsumen atau masyarakat bisa menjaga kesehatan saat menjalankan ibadah.
Kelompok berisiko tinggi, seperti pasien diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula, pasien penyakit jantung, hipertensi, atau penyakit ginjal kronis, wanita hamil, ibu menyusui eksklusif, lansia, dan individu dengan risiko malnutrisi, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa.
ElHourani menambahkan, โMereka yang berisiko tinggi dan mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, pingsan, jantung berdebar, atau gula darah sangat rendah sebaiknya tidak berpuasa dan segera mencari pertolongan medis.โ
Persiapan praktis yang direkomendasikan mencakup menunda sarapan secara bertahap, memajukan waktu makan malam, mengurangi camilan malam, meningkatkan asupan air sepanjang hari, membatasi kafein, menghindari minuman manis dan bersoda, serta fokus pada makanan seimbang yang memberi energi tahan lama. Tidur teratur dan pengurangan makanan yang mengiritasi lambung juga menjadi bagian penting dari persiapan.
Dengan mengikuti saran ahli, masyarakat diharapkan dapat menjalani puasa pertama dengan tubuh tetap fit, mengurangi risiko gangguan kesehatan, dan mempertahankan kualitas ibadah selama bulan suci Ramadan.
































