Polemik Merince Kogoya Dicoret dari Miss Indonesia 2025: Dukungan terhadap Israel Picu Reaksi Publik

Polemik Merince Kogoya Dicoret dari Miss Indonesia 2025: Dukungan terhadap Israel Picu Reaksi Publik - Miss - Gambar 859
Ajang Miss Indonesia 2025 tengah menjadi sorotan tajam usai keputusan panitia mendiskualifikasi salah satu finalisnya, Merince Kogoya.

Manyala.co – Ajang Miss Indonesia 2025 tengah menjadi sorotan tajam usai keputusan panitia mendiskualifikasi salah satu finalisnya, Merince Kogoya. Finalis asal Papua Pegunungan itu terpaksa harus mengakhiri perjalanannya dalam kontes kecantikan nasional tersebut setelah sebuah video lawas miliknya mencuat kembali dan memicu kontroversi di kalangan masyarakat.

Video yang dimaksud memperlihatkan momen ketika Merince mengibarkan bendera Israel, sebuah tindakan yang langsung menimbulkan perdebatan sengit di ruang digital. Aksi tersebut, yang direkam sekitar dua tahun lalu, belakangan viral dan dikaitkan sebagai bentuk dukungan terhadap negara Israel di tengah situasi konflik berkepanjangan dengan Palestina yang menjadi perhatian publik internasional, termasuk masyarakat Indonesia.

Pihak penyelenggara Miss Indonesia pun mengambil langkah cepat dengan mencoret nama Merince dari daftar finalis. Posisi yang ia tinggalkan kemudian digantikan oleh Karmen Anastasya, kandidat lain yang dinilai memenuhi syarat dan lolos seleksi.

Keputusan ini menuai tanggapan luas, sebagian besar netizen mendukung langkah tegas panitia. Banyak yang menilai bahwa sikap Merince tidak mencerminkan semangat humanisme yang menjadi salah satu nilai utama dalam ajang Miss Indonesia, terlebih sebagai representasi ke Miss World yang identik dengan gerakan sosial dan kemanusiaan global.

Namun demikian, Merince tidak tinggal diam. Dalam unggahan Instagram Story pribadinya, ia memberikan klarifikasi atas maksud dari video yang menjadi pemicu pencoretannya. Ia menegaskan bahwa tindakan mengibarkan bendera Israel bukan merupakan bentuk dukungan politik, melainkan ekspresi iman sesuai dengan keyakinan pribadinya sebagai penganut Kristen.

Wali Kota Munafri Bicara Branding Makassar: Dari Taman Bunga hingga “The Great of Makassar”

“Saya hanya menjalankan kepercayaan saya sebagai pengikut Kristus untuk berdoa memberkati. Namun video reels saya dua tahun lalu disebarluaskan dengan berbagai macam pendapat yang tidak benar tentang keyakinan saya,” tulis Merince dalam penjelasannya.

Ia juga menyampaikan rasa kecewa terhadap keputusan panitia, seraya meminta maaf kepada masyarakat Papua Pegunungan, keluarga besar, serta tim pendukungnya. Menurutnya, keputusan pencoretan tersebut lebih dipengaruhi oleh tekanan opini publik yang berpihak pada Palestina, bukan berdasarkan penilaian objektif terhadap niat atau konteks dari video tersebut.

“Perjuangan saya selama empat bulan untuk sampai di tahap final harus pupus karena penilaian sepihak atas video lama yang dikaitkan dengan isu yang sangat sensitif,” ungkapnya.

Sejumlah pengguna media sosial memberikan reaksi keras terhadap Merince. Mayoritas komentar menyayangkan kurangnya sensitivitas Merince terhadap isu kemanusiaan dan penderitaan rakyat Palestina. Ada pula yang mengkritisi kurangnya wawasan dan empati yang semestinya dimiliki oleh seorang calon Miss Indonesia.

Sebagian netizen bahkan meragukan kelayakan Merince sebagai figur representatif karena dinilai tak sejalan dengan nilai-nilai sosial dan moral yang dibawa Miss Indonesia. Beberapa komentar menyebut bahwa menjadi bagian dari kontes kecantikan bertaraf nasional dan internasional seharusnya disertai tanggung jawab sosial yang tinggi, terutama terkait isu global seperti konflik Israel-Palestina.

Era Kepemimpinan Wali Kota Munafri: Investasi Makassar Melesat, Triwulan I Capai Rp2,7 Triliun atau 77 Persen

“Menjadi Miss Indonesia itu bukan sekadar cantik, tapi juga peka terhadap isu kemanusiaan,” tulis salah satu akun di media sosial.

Lainnya menyoroti aspek komunikasi publik Merince, termasuk penulisan kata “Palestina” yang keliru dieja dalam unggahan media sosialnya, hingga semakin memperkuat kritik publik terhadap dirinya.

Kontroversi ini juga membuka ruang diskusi tentang batas antara ekspresi agama dan tanggung jawab sosial dalam ruang publik, khususnya bagi mereka yang mewakili komunitas atau negara dalam ajang berskala nasional.

Di tengah gelombang kecaman, tidak sedikit juga pihak yang mengingatkan pentingnya mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menghakimi seseorang berdasarkan potongan informasi di media sosial. Namun demikian, tekanan publik terhadap penyelenggara membuat keputusan diskualifikasi dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga kredibilitas ajang Miss Indonesia itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, Miss Indonesia merupakan ajang yang bukan hanya mencari kecantikan luar, melainkan juga kepribadian, wawasan, dan kemampuan berkontribusi dalam kegiatan sosial serta diplomasi budaya. Kasus Merince Kogoya menjadi pengingat akan pentingnya menjaga rekam jejak digital di tengah dunia yang semakin terkoneksi dan sensitif terhadap isu-isu global.

Dinsos Makassar Tancap Gas Pendataan Perlinsos Digital, Target 70 Persen Sebelum 31 Agustus

Kini, publik menantikan bagaimana ajang Miss Indonesia 2025 akan terus berjalan setelah insiden ini. Sementara Merince, meski tersingkir dari panggung utama, tetap mencuri perhatian karena keberaniannya bersuara di tengah gelombang kritik.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement