Sopir Truk Gelar Aksi di Surabaya, Protes Kebijakan Zero ODOL yang Dinilai Mendadak

Sopir Truk Gelar Aksi di Surabaya, Protes Kebijakan Zero ODOL yang Dinilai Mendadak - Truk - Gambar 1020
Ratusan truk mulai masuk Kota Surabaya. Demo sopir truk ini akan menuju ke Kantor Gubernur Jatim. (dok. MAHRUS/RADAR SURABAYA).

Manyala.co – Ratusan supir truk di berbagai daerah, termasuk di Surabaya, Jawa Timur, turun ke jalan menyuarakan keresahan mereka terhadap kebijakan pembatasan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Aksi protes yang dilakukan ini menjadi sinyal peringatan keras terhadap penerapan penuh kebijakan Zero ODOL yang direncanakan pemerintah mulai 2025.

Para pengemudi truk yang terlibat dalam demonstrasi mayoritas berasal dari kalangan perorangan, bukan mewakili perusahaan atau asosiasi resmi. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Agus Pratiknyo, yang menyebut bahwa aksi dilakukan oleh komunitas sopir yang merasa menjadi pihak paling terdampak.

“Mereka ini adalah garda terdepan yang langsung merasakan dampaknya di lapangan. Banyak dari mereka bekerja dengan sistem setoran harian. Jika ada penindakan mendadak, itu bisa menghancurkan penghidupan mereka,” ujar Agus saat diwawancarai CNBC Indonesia pada Kamis (19/6/2025).

Kebijakan Zero ODOL memang telah lama dirancang untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan menjaga infrastruktur jalan. Namun, penegakan aturan ini yang kini dijalankan sepenuhnya oleh Korlantas Polri dinilai menimbulkan kecemasan baru di kalangan pengemudi. Pasalnya, para sopir mengaku merasa tidak mendapat pendampingan dan perlindungan yang cukup dari pemerintah dalam menghadapi transisi kebijakan ini.

“Penindakan memang sudah mulai dilakukan, tapi ketika semua kewenangan diserahkan ke Korlantas, kekhawatiran kami meningkat. Akan ada penegakan yang lebih ketat, sementara realitas di lapangan belum mendukung,” terang Agus.

Semarak Porseni HUT RI, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Kekompakan ASN hingga Peduli Kebersihan

Penerapan aturan ODOL secara tegas oleh kepolisian dinilai Aptrindo sebagai langkah yang terlalu terburu-buru. Mereka menilai bahwa masih banyak persoalan mendasar terkait ODOL yang belum tuntas dibenahi oleh pemerintah.

“Kami menyayangkan, penegakan hukum dilakukan saat kebijakan ini sendiri masih menyisakan banyak persoalan. Misalnya, belum ada solusi bagi kendaraan eksisting yang dimodifikasi karena tuntutan pasar. Pemerintah belum memberikan jalan keluar yang konkret,” jelasnya.

Untuk itu, Aptrindo menyarankan agar pelaksanaan kebijakan ODOL bisa lebih bijak dan bertahap. Pemerintah diminta tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar solusi yang diambil berimbang.

“Regulasi semacam ini sebaiknya tidak hanya dibebankan kepada polisi. Pemerintah perlu lebih adil dan mendengarkan suara pelaku sektor transportasi darat, khususnya sopir dan operator kecil,” tutup Agus.

Aksi protes ini menunjukkan bahwa sosialisasi dan pendekatan yang lebih inklusif masih menjadi pekerjaan rumah dalam mewujudkan sistem transportasi yang aman sekaligus berkeadilan. Jika tidak ditangani dengan pendekatan dialog, gejolak serupa berpotensi meluas ke daerah lain.

HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Semarakkan Perayaan Lomba Lingkup SKPD hingga Tingkat RT/RW

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

02

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Pemilahan Sampah di Makassar, Budaya Pilah Sampah Dimulai Sejak 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement