Wamenhaj Minta BPKH Tetap Fokus sebagai Fund Manager

BPKH
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Manyala.co – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) harus tetap berfokus pada fungsi utamanya sebagai fund manager atau pengelola dana haji. Ia mengingatkan agar BPKH tidak bergeser menjadi penyelenggara teknis dalam ekosistem haji.

Pernyataan itu disampaikan Dahnil dalam rapat bersama Badan Legislasi DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, sebagaimana dikutip pada Jumat. Ia menilai pergeseran fungsi berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan dan mengganggu desain kelembagaan yang telah dibentuk pemerintah.

“Jangan sampai dalam konteks tertentu BPKH keluar dari fungsinya sebagai fund manager, kemudian berubah menjadi penyelenggara. Ini bisa bertabrakan fungsinya,” kata Dahnil.

Menurut dia, pembentukan Kementerian Haji oleh Presiden bertujuan membangun kebaruan dalam bentuk ekosistem ekonomi haji. Penyelenggaraan haji diharapkan tidak hanya berfokus pada ritual ibadah, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi umat dan pelaku usaha nasional.

Dahnil menyoroti risiko crowding out dalam ekosistem tersebut, yakni ketika lembaga pemerintah atau badan usaha milik negara mengambil peran berlebihan sehingga menghambat partisipasi sektor swasta. Ia menegaskan BPKH seharusnya mendorong pertumbuhan swasta, bukan menggantikannya.

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

“Justru di ekosistem ekonomi yang kita harapkan adalah sektor swasta itu bisa didorong berkembang sebagaimana mestinya. BPKH sebagai fund manager harus mendorong sektor swasta ini berkembang, jangan justru berubah menjadi penyelenggara, apalagi kalau rendah added value (nilai tambah)-nya,” ujarnya.

Ia juga mengkritik praktik yang menurutnya diamati publik selama ini. “Selama ini yang diamati publik, BPKH atau di bawah BPKH itu berubah jadi calo-calo ekonomi haji. Enggak ada added value-nya. Jangan sampai hanya masuk di sektor penyediaan bus atau katering yang sebenarnya bisa dikerjakan sektor lain,” kata Dahnil.

BPKH dibentuk untuk mengelola dan mengembangkan dana haji milik jemaah secara profesional dan akuntabel. Dana tersebut dihimpun dari setoran awal dan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, kemudian diinvestasikan guna menghasilkan nilai manfaat bagi jemaah. Hingga kini, belum ada data terbaru yang disampaikan dalam forum tersebut mengenai total dana kelolaan atau target imbal hasil tahun berjalan.

Dahnil menyatakan ke depan akan ada penguatan mandat melalui mekanisme kontrak kinerja tahunan antara Menteri Haji dan BPKH. Kontrak tersebut akan didasarkan pada target capaian nilai manfaat yang ditetapkan bersama Menteri dan DPR. Skema ini diharapkan memperjelas indikator kinerja dan memperkuat akuntabilitas pengelolaan dana.

Ia juga meminta BPKH keluar dari zona nyaman dan masuk ke sektor dengan nilai tambah lebih tinggi dalam ekosistem haji. Namun demikian, fokus utama lembaga itu tetap pada optimalisasi dana kelolaan serta menjaga tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Hingga Jumat malam, belum ada tanggapan resmi dari pihak BPKH terkait pernyataan tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

02

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

03

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

04

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

05

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

06

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Dasco: Aspirasi Buruh Ditunaikan

07

Krisis Air Bersih Enrekang, Pemkab Kerahkan OPD Salurkan Air ke Warga

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement