WNI Selamat dari Sindikat Penipuan Kamboja Setelah Empat Bulan Disekap

WNI
Sejumlah WNI korban perdagangan orang (TPPO) atau penipuan online dipulangkan ke Indonesia. (Dok. BBC)

Manyala.co – Seorang pria asal Jakarta berusia 36 tahun, berinisial RI, menceritakan bagaimana tawaran pekerjaan di media sosial berujung pada pengalamannya disekap di pusat operasi penipuan daring di Kamboja. Ia berangkat pada awal 2021 setelah menemukan lowongan sebagai butler hotel dengan imbalan 1.200-1.500 dollar AS. Tawaran itu mencakup fasilitas makan dan tempat tinggal, sehingga tampak meyakinkan bagi RI yang sedang mencari pekerjaan setelah pandemi Covid-19.

Setibanya di bandara, RI dijemput perusahaan dan dibawa menggunakan mobil menuju lokasi yang tidak disebutkan sebelumnya. Perjalanan sekitar tiga hingga empat jam melewati kawasan hutan membuatnya curiga. Tempat yang ia datangi bukan hotel, melainkan kompleks bertembok tinggi dengan kawat berduri dan penjaga bersenjata, yang dikenal sebagai lokasi operasional scam.

Barang-barang pribadinya, termasuk paspor dan telepon seluler, disita. RI menjadi satu-satunya pekerja asal Indonesia dan ditempatkan bersama pekerja dari Thailand, Singapura, India, dan Kamboja. Ia menyadari kondisi sebenarnya ketika atasan menjelaskan bahwa tugasnya adalah menjebak korban investasi kripto melalui media sosial dan aplikasi kencan. RI menolak karena tidak sesuai perjanjian, namun tetap dipaksa bekerja.

Menurut RI, penolakan sering dibalas dengan kekerasan. Ia menyebut pekerja yang tidak memenuhi target akan dipukul atau disetrum. Pada suatu kesempatan, RI melihat bekas darah manusia di lantai bawah gedung, yang memperkuat dugaan bahwa kekerasan berat kerap terjadi di sana. Ia juga mengaku tidak pernah menerima gaji meski mencapai target, sementara pekerja lokal Kamboja tetap dibayar.

Selama disekap, RI beberapa kali menghubungi KBRI Phnom Penh menggunakan telepon seluler yang hanya bisa ia akses saat bekerja. Ia mengirimkan lokasi dan meminta bantuan, namun mengatakan bahwa respons yang diterima hanya berupa imbauan untuk bersabar.

Jawab Pandangan Fraksi DPRD Makassar, Wali Kota Munafri Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Berdampak ke Masyarakat

Empat bulan setelah bekerja tanpa hasil, RI dipindahkan ke perusahaan lain di dalam kompleks. Ia diminta berbaris bersama pekerja lain untuk “ditawarkan” ke bos baru. Saat pengawasan lengah, RI memanfaatkan kesempatan melarikan diri, meninggalkan semua dokumen penting, termasuk paspor dan ijazah. Ia membawa sedikit uang yang diberikan pekerja lokal Kamboja dan tabungan pribadi untuk mencapai KBRI-perjalanan yang memakan waktu hingga tujuh jam.

Menurut RI, proses pemulangannya memakan waktu satu bulan karena ia harus mengurus dokumen, termasuk denda overstay dan tiket pesawat. Ia dipulangkan pada pertengahan 2021.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menjelaskan bahwa proses penyelamatan WNI di pusat penipuan tidak bisa dilakukan langsung oleh KBRI. Kepolisian Kamboja menjadi pihak yang berwenang melakukan penjemputan, dan dokumen identitas seperti paspor atau KTP wajib dilampirkan oleh korban.

Santo menyebut bahwa banyak WNI tidak melapor diri saat tiba di Kamboja, sehingga menyulitkan proses penjemputan. Ia menegaskan bahwa biaya pemulangan hanya ditanggung KBRI jika WNI terindikasi sebagai korban TPPO. WNI yang tidak termasuk kategori tersebut wajib menanggung biaya sendiri.

RI berharap pemerintah lebih tegas mengawasi negara-negara berisiko dan memblokir iklan pekerjaan mencurigakan. Ia meminta agar prosedur pemeriksaan calon pekerja yang hendak berangkat ke negara rawan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemilahan Sampah Diperkuat, 24 BSU di Kecamatan Wajo Jadi Garda Depan Sebelum Sampah ke TPA

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement