Program Sekolah Rakyat Disorot Legislator Gerindra: Pentingnya Validasi Data dan Perbaikan Sarana

Program Sekolah Rakyat Disorot Legislator Gerindra: Pentingnya Validasi Data dan Perbaikan Sarana - Program - Gambar 630
Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Dapil Maluku saat reses di SBB.

Manyala.co – Legislator Partai Gerindra, Alimudin Kolatlena, yang kini menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, mengingatkan pentingnya validasi data secara ketat dalam implementasi program Sekolah Rakyat. Menurutnya, agar program tersebut tepat sasaran, diperlukan pemutakhiran data dan sistem seleksi yang transparan serta akuntabel demi menjangkau keluarga dengan kategori miskin ekstrem.

Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso di Surakarta, Jawa Tengah, Alimudin menyatakan kekagumannya terhadap kesiapan infrastruktur yang sudah dimiliki. Ia secara khusus mengapresiasi kondisi asrama yang dinilai cukup representatif untuk menunjang kegiatan belajar dan tinggal siswa. Namun demikian, ia tak menampik bahwa masih banyak kekurangan mendasar yang harus segera diatasi.

“Saya melihat secara langsung asramanya memang sudah bagus, tapi masih ada hal-hal penting yang perlu dilengkapi, seperti fasilitas komputer yang belum tersedia. Padahal, ini sangat vital untuk menunjang proses belajar mengajar,” ujar Alimudin saat ditemui wartawan, Jumat (18/7/2025).

Politisi yang bernaung di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto ini juga menekankan bahwa validasi data penerima manfaat harus merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya pada keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2. Ia mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan kuota oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

“Kalau yang masuk justru berasal dari keluarga yang sebenarnya sudah mapan, maka program ini gagal menjawab tujuan awalnya, yaitu memutus rantai kemiskinan,” jelasnya.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Dalam kesempatan yang sama, Alimudin menyampaikan bahwa Komisi VIII DPR akan terus mendorong Kementerian Sosial untuk memenuhi berbagai kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di seluruh titik Sekolah Rakyat. Hal ini dianggap sangat penting mengingat keterbatasan kuota yang tersedia, sementara jumlah keluarga prasejahtera di Indonesia masih sangat besar.

“Kita ingin seleksi dilakukan dengan cara yang sangat ketat dan transparan. Jangan sampai terjadi ketimpangan atau penyalahgunaan program. Ini bukan program simbolik, tapi harus menjadi solusi nyata bagi mereka yang selama ini tidak tersentuh akses pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Alimudin menambahkan bahwa lulusan Sekolah Rakyat tidak boleh dibiarkan begitu saja setelah menyelesaikan pendidikan. Ia mendorong adanya sistem lanjutan yang bisa menampung aspirasi dan cita-cita mereka, baik melalui jalur akademik maupun dunia kerja.

“Bagi yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, harus ada beasiswa yang difasilitasi. Sementara bagi mereka yang ingin langsung bekerja, harus dibantu untuk mendapatkan akses ke dunia kerja. Kita ingin para lulusan ini menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan berkontribusi nyata untuk bangsa,” ucapnya penuh harap.

Dukungan Alimudin terhadap Sekolah Rakyat bukan tanpa alasan. Ia menyadari bahwa kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan dengan program temporer. Menurutnya, pendidikan harus menjadi ujung tombak dalam membangun mobilitas sosial vertikal, terutama bagi anak-anak dari latar belakang keluarga miskin ekstrem.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Program Sekolah Rakyat sendiri telah mulai digulirkan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya Kementerian Sosial untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Salah satu fokusnya adalah menyediakan fasilitas terpadu di sentra-sentra sosial milik Kemensos, yang kini dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat rehabilitasi sosial, tetapi juga sebagai pusat pendidikan alternatif.

Salah satu keberhasilan awal dari program ini ditandai dengan kisah inspiratif seperti Arista, seorang siswa yang sempat putus sekolah selama lima tahun namun kini kembali mengejar mimpinya di Sekolah Rakyat. Kisah-kisah seperti ini menjadi harapan sekaligus pengingat bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas bisa menjadi titik balik kehidupan anak-anak dari keluarga rentan.

Namun tantangan ke depan masih banyak. Dari sisi anggaran, sarana prasarana, hingga ketersediaan tenaga pengajar dan dukungan kebijakan lintas sektor, semuanya perlu dikoordinasikan dengan baik agar tujuan jangka panjang program ini bisa benar-benar tercapai.

Dalam beberapa waktu terakhir, Kementerian Sosial telah mengumumkan 100 titik Sekolah Rakyat baru yang siap beroperasi dalam waktu dekat, termasuk di daerah-daerah seperti Palembang, Kendal, dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Kapasitas tampung yang disiapkan pun beragam, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Namun realisasi optimal program ini masih sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan dan sinergi antarlembaga.

Alimudin berharap, dengan adanya keseriusan dari berbagai pihak, Sekolah Rakyat bisa menjadi motor perubahan sosial yang berdampak langsung dan jangka panjang bagi masyarakat bawah. “Jangan berhenti hanya di pembangunan fisik, tapi pikirkan juga dampaknya hingga masa depan anak-anak penerima manfaat,” tutupnya.

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement