Menanti Efek GIIAS 2025: Bisakah Pameran Otomotif Ini Bangkitkan Saham dan Industri?

Menanti Efek GIIAS 2025: Bisakah Pameran Otomotif Ini Bangkitkan Saham dan Industri? - GIIAS - Gambar 376
Menanti Efek GIIAS 2025.

Manyala.co – Panggung industri otomotif nasional kembali bersiap menyambut hajatan tahunan terbesar, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Ajang bergengsi yang ke-32 kalinya ini dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 3 Agustus di ICE BSD City, Tangerang. GIIAS tahun ini digadang-gadang akan menjadi titik balik bagi industri otomotif tanah air yang tengah bergelut dengan tren penurunan penjualan.

GIIAS bukan semata-mata ajang pameran mobil. Lebih dari itu, acara ini menjadi ekosistem strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor otomotif. Setiap tahun, puluhan merek kendaraan berbondong-bondong meluncurkan model terbaru mereka di sini. Tahun ini, diperkirakan lebih dari 50 brand mobil dan 20 merek sepeda motor turut ambil bagian. Tak hanya itu, lebih dari 120 perusahaan industri pendukung akan berkontribusi dalam pameran yang dipenuhi dengan peluncuran produk inovatif dan kendaraan konsep masa depan.

Salah satu daya tarik utama GIIAS 2025 adalah kehadiran Great Wall Motor (GWM) Indonesia yang memperkenalkan model SUV terbaru mereka, GWM Tank 300. Kendaraan berukuran medium ini mencuri perhatian publik karena desainnya yang gagah dan teknologi yang diklaim kompetitif di kelasnya. Peluncuran seperti ini menjadi contoh bagaimana GIIAS tak hanya menjual kendaraan, melainkan juga memperlihatkan arah transformasi industri otomotif.

Namun di balik gemerlapnya mobil baru, diskon besar, hingga berbagai gimmick pembiayaan yang ditawarkan sepanjang pameran, GIIAS juga membawa harapan tersendiri bagi pelaku pasar saham, khususnya investor yang menanamkan modal di sektor otomotif. Pertanyaan pun mencuat: mampukah “sihir” GIIAS 2025 mengangkat kembali kinerja saham otomotif yang belakangan ini bergerak lesu?

Data penjualan mobil nasional memang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada Juni 2025, penjualan mobil hanya mencapai 57.761 unit, turun sekitar 4,71% dibandingkan bulan sebelumnya (Mei 2025) yang membukukan angka 60.612 unit. Padahal, Mei sempat menjadi titik cerah karena berhasil naik dari April yang hanya mencatatkan 51.205 unit.

Split View iPhone Duo Resmi Hadir, Gebrakan Multitasking Pertama di iPhone

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, penurunan terlihat makin tajam. Di bulan Juni 2024, penjualan mobil nasional tercatat 74.615 unit. Artinya, terjadi penurunan sebesar 22,59% atau setara dengan 16.854 unit secara tahunan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa penurunan daya beli masyarakat dan iklim ekonomi makro menjadi penghambat utama.

Secara kumulatif, total penjualan mobil nasional sepanjang semester pertama 2025 hanya mencatat 374.741 unit. Jumlah ini merosot 8,6% dibandingkan paruh pertama tahun 2024 yang mencapai 410.020 unit. Bahkan, sepanjang Januari hingga Juni 2025, hanya dua bulan yang mampu menembus angka penjualan lebih dari 70 ribu unit, yakni Februari (72.336 unit) dan Maret (70.895 unit). Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana empat dari enam bulan mampu mencetak angka di atas 70 ribu unit.

Kondisi ini sejalan dengan kinerja saham otomotif di Bursa Efek Indonesia. Sejak awal tahun, tren saham-saham sektor ini cenderung bergerak menurun. Meski demikian, tak semua emiten bernasib suram. PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) misalnya, justru mampu mencatat kenaikan harga saham lebih dari 10% sepanjang tahun berjalan. Namun di luar itu, mayoritas emiten otomotif masih tertahan dalam tekanan negatif.

GIIAS diharapkan bisa mengubah sentimen tersebut. Sebagai ajang yang menawarkan stimulus pembelian seperti bunga kredit ringan, program trade-in, hingga bonus aksesori, GIIAS punya daya tarik yang bisa membangkitkan minat konsumen. Jika masyarakat merespons positif, maka efek domino akan mulai terasa: peningkatan penjualan mobil berpotensi mengerek pendapatan emiten otomotif, yang pada gilirannya bisa memicu pergerakan saham ke arah yang lebih positif.

Namun tentu saja, euforia pameran saja tak cukup. Perlu didukung dengan faktor makroekonomi yang stabil, regulasi yang mendukung percepatan industri otomotif (khususnya kendaraan listrik), serta peningkatan daya beli masyarakat. Tanpa itu, GIIAS hanya akan menjadi ajang seremonial tahunan yang minim efek jangka panjang.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

Sebagai penutup, perlu dicatat bahwa laporan ini bersifat analisis dari CNBC Indonesia Research. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Artikel ini tidak bermaksud memberikan rekomendasi beli, jual, atau tahan terhadap saham atau instrumen keuangan tertentu.

GIIAS 2025 memang menyimpan potensi untuk menjadi momentum kebangkitan industri otomotif Indonesia. Namun, akankah potensi itu benar-benar terealisasi di tengah tekanan ekonomi global dan domestik? Jawabannya akan terlihat setelah panggung pameran usai dan data penjualan bulan-bulan berikutnya muncul ke permukaan.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

02

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

03

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

04

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

05

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

06

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Dasco: Aspirasi Buruh Ditunaikan

07

Krisis Air Bersih Enrekang, Pemkab Kerahkan OPD Salurkan Air ke Warga

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement