Rakernas NasDem di Makassar: Bahas Peta Jalan Politik dan Sikap terhadap Putusan MK Soal Pemilu

Rakernas NasDem di Makassar: Bahas Peta Jalan Politik dan Sikap terhadap Putusan MK Soal Pemilu - Rakernas - Gambar 312
Kongres Partai NasDem yang digelar di Makassar. (dok. ANTARA/Hafidz Mubarak A)

Manyala.co – Partai NasDem akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 8–10 Agustus 2025 di Makassar, Sulawesi Selatan. Forum internal ini disebut akan menjadi ruang strategis untuk membahas arah sistem kepemiluan Indonesia ke depan, menyusul sejumlah putusan penting Mahkamah Konstitusi (MK) yang memengaruhi penyelenggaraan pemilu.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Dedy Ramanta, menjelaskan bahwa salah satu isu yang akan menjadi perhatian adalah model pemilu proporsional terbuka. Menurutnya, putusan-putusan MK belakangan ini menimbulkan tantangan baru, termasuk potensi meningkatnya praktik politik uang. Di sisi lain, keterikatan masyarakat terhadap partai politik terus menurun dari waktu ke waktu. Dedy bahkan menyebut bahwa tingkat party identification atau ikatan psikologis masyarakat terhadap partai politik di Indonesia, jika dijumlahkan untuk semua partai, tidak mencapai 20 persen.

Rakernas nanti juga akan membahas dua peta jalan yang dinilai krusial. Pertama adalah peta jalan kebangsaan, yang akan menjadi panduan partai dalam bermitra dengan negara untuk menghadapi tantangan nasional. Kedua adalah peta jalan elektoral, yang fokus pada strategi partai menghadapi kontestasi politik. Menurut Dedy, kedua agenda tersebut memuat persoalan besar yang memerlukan pembahasan mendalam di forum partai.

Di luar agenda Rakernas, Partai NasDem saat ini juga menyoroti putusan MK Nomor 135/PUU-XXII/2024 yang memisahkan pelaksanaan pemilu nasional dan pemilihan kepala daerah mulai tahun 2029. Dalam pernyataan resmi yang dibacakan pada 30 Juni 2025 di NasDem Tower, Jakarta, anggota Majelis Tinggi Partai NasDem, Lestari Moerdijat, menilai putusan tersebut menyalahi konstitusi.

Menurut Lestari, Pasal 22E UUD 1945 secara jelas menyatakan bahwa pemilu harus diselenggarakan setiap lima tahun sekali. Pemisahan antara pemilu presiden, DPR, dan DPRD dengan pilkada, kata dia, justru berpotensi menimbulkan krisis konstitusional. Ia juga menilai MK telah memasuki ranah kewenangan legislatif yang seharusnya menjadi domain DPR dan pemerintah. Tindakan itu, menurutnya, membuat MK bertindak layaknya “negative legislative” yang menyusun aturan baru tanpa melalui mekanisme legislasi formal.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Pernyataan sikap tersebut turut dihadiri oleh sejumlah elite Partai NasDem, antara lain Ketua Fraksi Partai NasDem DPR Victor Laiskodat, Ketua Fraksi NasDem MPR Robert Rouw, dan Ketua Dewan Pakar NasDem Peter F. Gontha. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan bahwa isu pemisahan pemilu nasional dan daerah menjadi perhatian serius bagi partai.

Dengan latar belakang dinamika politik tersebut, Rakernas NasDem di Makassar diprediksi akan menjadi salah satu forum politik penting di paruh kedua 2025. Selain membahas strategi internal, forum ini juga akan memposisikan NasDem dalam wacana besar reformasi sistem pemilu Indonesia di tengah arus perubahan politik yang terus bergerak.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement