MBG: Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Bangsa Lewat Gizi Halal

MBG
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. Seorang siswa memperlihatkan paket makanan bergizi pada pelaksanaan hari pertama Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 12 Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/1/2025). (Dok. ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Makassar, Manyala.co – Muhammad Nusran, dosen sekaligus peneliti dari Teknik Industri FTI UMI Makassar, menuliskan pandangannya mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, MBG merupakan salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memperbaiki kondisi gizi dan kesehatan anak sekolah.

Nusran menegaskan bahwa MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi bentuk investasi jangka panjang demi mencetak generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak. Prinsip halal dan sesuai syariat menjadi pondasi program ini agar anak-anak, sebagai amanah dari Allah, mendapat asupan bergizi yang baik, thayyib, dan menyehatkan sehingga mampu tumbuh menjadi individu yang cerdas, produktif, dan bertakwa (Unicef, 2019).

Dari sisi maslahat, Nusran menjabarkan sejumlah manfaat besar MBG bagi masyarakat.
Pertama, program ini secara langsung membantu memperbaiki status gizi anak-anak, terutama dari keluarga kurang mampu. Dengan menu yang dijamin halal dan bernutrisi, MBG berpotensi menekan angka stunting yang hingga kini masih berada di atas standar WHO (SSGI, 2023; Kemenkes, 2022).

Kedua, anak-anak yang mendapatkan gizi cukup memiliki peluang tinggi menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berakhlak, sehingga mampu bersaing di masa depan dengan berlandaskan nilai-nilai Islam (Schultz, 1961).

Ketiga, MBG ikut berperan dalam mengurangi ketimpangan sosial. Semua anak tanpa kecuali memperoleh kesempatan setara untuk menikmati makanan halal bergizi, sejalan dengan prinsip keadilan dalam Islam (Rawls, 1971; Iqbal, 2011).

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Meski begitu, Nusran mengingatkan adanya beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Variasi menu harus terus diperbaiki agar anak tidak mudah bosan, sekaligus memastikan keseimbangan gizi sesuai pedoman pangan Islami (Almatsier, 2009). Selain itu, distribusi harus tepat sasaran dan dilakukan secara amanah, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh anak-anak yang membutuhkan (Coady et al., 2004). Tak kalah penting, edukasi gizi halal bagi orang tua dan siswa diperlukan agar kesadaran mereka meningkat terhadap pentingnya pangan yang baik bagi kesehatan fisik maupun spiritual (Story & Neumark-Sztainer, 2005).

Nusran menilai keberhasilan MBG membutuhkan keterlibatan luas dari masyarakat mulai dari UKM, koperasi, organisasi Islam, tokoh agama, hingga relawan. Di sisi lain, pengawasan serta evaluasi berbasis prinsip syariah mutlak diperlukan agar program tetap efektif, efisien, dan sesuai tujuan (Patton, 2002; Dusuki & Abdullah, 2007).

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, Nusran meyakini MBG dapat menjadi program unggulan yang membawa manfaat besar, meningkatkan kesejahteraan, dan menghadirkan keberkahan bagi bangsa di masa mendatang. Semoga niat baik tersebut menghadirkan hasil terbaik ke depan.(*)

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

02

Wali Kota Makassar Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

03

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Program Unggulan Kelurahan Gunung Sari untuk Penilaian Nasional 2026

04

Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, RSUD Daya Siapkan 24 Layanan Kompetensi

05

Pemkab Enrekang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk 1.500 Hektare Padi dan Jagung

06

DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Dasco: Aspirasi Buruh Ditunaikan

07

Krisis Air Bersih Enrekang, Pemkab Kerahkan OPD Salurkan Air ke Warga

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement