Bahlil Lahadalia Tanggapi Isu Tambang Nikel di Raja Ampat: Akan Ada Evaluasi Serius

Bahlil Lahadalia Tanggapi Isu Tambang Nikel di Raja Ampat: Akan Ada Evaluasi Serius - Raja - Gambar 1179
Bahlil Lahadalia Tanggapi Isu Tambang Nikel di Raja Ampat.

Manyala.co – Isu keberadaan tambang nikel di kawasan Raja Ampat, Papua Barat, belakangan menuai sorotan tajam dari publik. Aktivitas pertambangan yang disebut-sebut merambah pulau-pulau eksotis seperti Pulau Kawe, Gag, dan Manuran ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak serius terhadap kelestarian lingkungan, baik di darat maupun laut.

Merespons polemik tersebut, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Menteri ESDM ad interim, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah evaluatif terkait kegiatan pertambangan nikel di wilayah tersebut. Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/6/2025), ia mengatakan akan segera menindaklanjuti laporan tersebut setibanya kembali di tanah air.

“Nanti saya pulang saya akan evaluasi. Saya ada rapat dengan Dirjen saya, saya akan panggil pemilik IUP mau BUMN atau swasta,” ujar Bahlil.

Langkah ini, menurutnya, penting karena Raja Ampat dikenal dunia sebagai kawasan pariwisata yang memiliki nilai ekologis tinggi. Potensi ancaman terhadap ekosistem akibat tambang jelas tidak bisa dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap aktivitas tambang tetap mengacu pada analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) yang ketat.

Bahlil juga mengingatkan bahwa Papua merupakan daerah yang memiliki status Otonomi Khusus. Ini berarti, kebijakan pembangunan, termasuk pertambangan, harus mempertimbangkan aspirasi masyarakat setempat dan kearifan lokal yang berlaku.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

“Papua itu daerah Otsus, sama dengan Aceh. Jadi perlakuannya juga khusus. Ini mungkin saja saya melihat ada kearifan-kearifan lokal yang belum disentuh dengan baik. Jadi saya akan coba untuk melakukan evaluasi. Nanti tambangnya itu kita akan sesuaikan dengan amdal saja,” tambahnya.

Seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, beberapa perusahaan tambang disebut mulai melakukan aktivitas eksplorasi dan penambangan di pulau-pulau kecil dalam wilayah Raja Ampat. Keberadaan tambang di lokasi-lokasi tersebut mengundang reaksi keras dari pegiat lingkungan dan masyarakat adat yang khawatir terhadap kelestarian biodiversitas laut dan hutan hujan tropis yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Saat ini, perhatian publik dan aktivis lingkungan sedang tertuju pada langkah pemerintah berikutnya. Apakah evaluasi tersebut akan benar-benar berdampak pada kebijakan pertambangan di kawasan konservasi, atau hanya menjadi wacana di tengah sorotan tajam?

Dengan potensi kerusakan lingkungan yang besar dan status Raja Ampat sebagai destinasi wisata kelas dunia, keputusan terkait tambang nikel ini akan menjadi ujian nyata komitmen pemerintah terhadap perlindungan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement