Makassar, Manyala.co – Badan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan mempercepat perbaikan sejumlah titik ruas Jalan Trans Sulawesi poros Maros–Pangkep yang mengalami kerusakan parah dan membahayakan pengendara.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi terparah berada di depan kantor Balitsereal, wilayah Salenrang hingga mendekati perbatasan Kabupaten Pangkep. Lubang yang tertutup genangan air saat hujan kerap membuat pengendara, khususnya sepeda motor, kehilangan kendali. Selain lubang, bekas tambalan aspal yang tidak rata turut memperparah kondisi jalan.
Seorang pengendara, Lukman, menyebut kerusakan jalan telah terjadi sejak November 2025. “Kalau hujan, lubang tertutup air. Pengendara harus ekstra hati-hati, apalagi yang tidak tahu kondisi jalan,” ujarnya. Rata-rata lebar lubang mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Meskipun beberapa titik sempat ditambal, kerusakan kembali muncul di lokasi lain.
Irwan AR, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 BBPJN Sulsel, menjelaskan pihaknya sedang fokus menyisir lubang-lubang aspal sepanjang koridor Maros–Pangkep dan Maros–Bone, dengan target penyelesaian perbaikan dalam 14 hari.
“Sekarang fokus penambalan lubang di sela-sela cuaca hujan. Pengendara diimbau memperhatikan rambu dan tetap berhati-hati,” kata Irwan. Rambu peringatan telah dipasang di median jalan untuk mengingatkan pengendara.
Total anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan ruas Trans Sulawesi di Maros mencapai Rp5,546 miliar. Rinciannya meliputi pemeliharaan rutin jalan baru senilai Rp93,33 juta, pemeliharaan kondisi jalan Rp1,348 miliar, pekerjaan penunjang atau holding Rp2,41 miliar, serta pemeliharaan rutin dan berkala jembatan senilai Rp1,693 miliar. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 26 Januari 2026, dengan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan segera setelahnya.
Lingkup pekerjaan mencakup pemeliharaan jalan baru sepanjang 3,95 kilometer, pemeliharaan kondisi jalan 27,29 kilometer, pekerjaan penunjang 14,35 kilometer, serta pemeliharaan jembatan dengan total panjang 334 meter. Total panjang penanganan jalan dan jembatan dalam paket ini mencapai 45,59 kilometer. Target serah terima sementara atau Provisional Hand Over (PHO) dijadwalkan pada 31 Desember 2026.
Irwan menekankan bahwa perbaikan ini bertujuan menjaga kemantapan jalan nasional agar tetap aman dan layak dilalui, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lancar. Kerusakan jalan ini sebelumnya sempat mengganggu transportasi, terutama saat musim hujan, dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Perbaikan ruas Maros–Pangkep menjadi bagian dari upaya pemerintah melalui BBPJN Sulsel untuk memastikan kualitas jaringan jalan nasional di Sulawesi Selatan tetap terjaga. Pekerjaan ini juga diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi lokal, distribusi logistik, dan keselamatan pengendara di wilayah tersebut.































