Kemendikti Saintek dan Kemenkes Bentuk Komite untuk Cegah Kekerasan di Pendidikan Kedokteran

Kemendikti Saintek dan Kemenkes Bentuk Komite untuk Cegah Kekerasan di Pendidikan Kedokteran - Kemendikti Saintek - Gambar 1933
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologo Brian Yuliarto usai mendampingi Prabowo dalam pertemuan bersama para rektor perguruan tinggi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (13/3/2025). (dok. Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Manyala.co – Menyikapi kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk komite khusus. Komite ini bertugas menyusun pedoman pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pendidikan kedokteran.

“Komite ini kami bentuk untuk memastikan bahwa sistem pendidikan dokter, khususnya spesialis, bisa berjalan sebagaimana mestinya tanpa adanya kekerasan,” ujar Mendikti Saintek, Brian Yuliarto, dalam konferensi pers daring pada Senin (21/4/2025).

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi erat dengan Kemenkes untuk memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara menyeluruh, termasuk meminimalisir dampaknya.

“Kami sedang merancang sejumlah langkah preventif agar kasus serupa tidak terulang. Kami ingin memastikan mahasiswa lain tidak menjadi korban sistem, dan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik,” jelas Brian.

Tes Psikologis Wajib bagi Calon Dokter Spesialis

Putih Sari Bantu Warga Bekasi Hadapi Kemarau dengan Distribusi Air Bersih

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa ke depan, setiap calon peserta PPDS wajib mengikuti tes psikologis sebagai bagian dari proses rekrutmen. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan mental para peserta didik, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

“Tes psikologis saat rekrutmen sangat penting agar kita mengetahui kondisi kejiwaan calon peserta. Mereka nanti akan menangani masyarakat, jadi perlu kesiapan mental yang baik,” kata Budi.

Tak hanya itu, Budi juga mengusulkan adanya tes psikologis rutin setiap enam bulan sekali untuk memantau kondisi mental para peserta. Dengan langkah ini, pihaknya berharap dapat melakukan deteksi dini apabila ada peserta yang mengalami tekanan mental selama menjalani pendidikan dan kerja di rumah sakit.

Disiplin Jam Kerja Harus Diterapkan

Menkes Budi juga menyoroti pentingnya penerapan jam kerja yang disiplin di rumah sakit. Ia menilai banyak peserta PPDS dipaksa bekerja melebihi batas waktu wajar dengan dalih ‘melatih mental’, padahal justru berisiko menimbulkan tekanan psikologis.

Soroti Penahanan Febrie Adriansyah, Bimantoro Tegaskan Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum

“Tidak ada alasan untuk menyalahi aturan. Kalau mereka harus kerja lembur, maka wajib diberikan waktu libur keesokan harinya. Beban kerja yang tinggi terus-menerus bisa merusak kondisi mental mereka,” tegasnya.

Budi meminta seluruh rumah sakit yang menjadi mitra pendidikan dokter spesialis agar benar-benar menerapkan aturan jam kerja sesuai standar internasional.

Kasus Pelecehan Seksual di RSHS Jadi Titik Awal Evaluasi

Kasus pelecehan seksual yang mencuat di RSHS Bandung menjadi pemicu serius bagi Kemenkes dan Kemendikti Saintek untuk memperbaiki sistem pendidikan kedokteran. Pelaku yang diketahui merupakan dokter peserta PPDS dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) telah diberikan sanksi tegas.

“Kami melarang pelaku untuk melanjutkan program PPDS di RSHS seumur hidup dan telah mengembalikannya ke FK Unpad,” kata Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya.

La Tinro Soroti Penurunan Capaian Literasi dan Numerasi, Dorong Pemerintah Perkuat Evaluasi Pendidikan Nasional

Azhar menambahkan, Unpad dan RSHS telah mengecam keras tindakan tersebut serta langsung mengambil sejumlah langkah. Di antaranya adalah mendampingi korban dalam proses pelaporan ke Polda Jabar, melindungi privasi korban dan keluarganya, serta memberhentikan pelaku dari program PPDS.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement