Mentan Amran Klarifikasi Soal Video Viral: Bukan Sindir Wapres Gibran

Mentan Amran Klarifikasi Soal Video Viral: Bukan Sindir Wapres Gibran - Andi Amran Sulaiman - Gambar 1935
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (dok. ANTARA/HO-Humas Kementan/pri).

Manyala.co Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan klarifikasi terkait cuplikan video pidatonya yang sempat viral, di mana ia menyebut pernah ditegur oleh wakil presiden saat tengah gencar memberantas mafia pangan. Menurut Amran, peristiwa itu terjadi di masa lalu dan tidak ada kaitannya dengan Wakil Presiden saat ini, Gibran Rakabuming Raka.

“Saya perlu luruskan, teguran itu terjadi dulu, bukan dari wapres yang sekarang. Dan saya justru menganggap itu sebagai masukan positif yang membuat saya lebih hati-hati dan semakin berani melawan mafia pangan,” ujar Amran saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Ia menegaskan bahwa Wapres Gibran justru mendukung penuh upaya pemberantasan mafia pangan dan praktik korupsi yang kini sedang digalakkan oleh Kementerian Pertanian. “Pak Gibran sangat mendukung. Presiden dan wapres sekarang ini sangat solid dalam mendukung gerakan bersih-bersih sektor pangan dan memperjuangkan nasib petani,” lanjutnya.

Amran menjelaskan bahwa pernyataan dalam video tersebut disampaikan dalam forum akademik sebagai refleksi dari pengalaman masa lalunya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menekankan pentingnya keberanian dalam menghadapi mafia pangan, yang harus ditopang oleh dukungan dari para pemimpin negara.

“Sejak dulu hingga sekarang, saya selalu mendapat dukungan dari para presiden dan wakil presiden. Begitu juga dengan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran saat ini,” ucapnya.

Putih Sari Bantu Warga Bekasi Hadapi Kemarau dengan Distribusi Air Bersih

Lebih lanjut, Amran menyampaikan bahwa komitmen pemerintah dalam memberantas mafia pangan telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam periode sebelumnya, sebanyak 784 kasus mafia pangan berhasil dibongkar, dengan 411 orang ditetapkan sebagai tersangka. Kasus-kasus ini meliputi berbagai sektor mulai dari pupuk, hortikultura, peternakan, hingga distribusi beras yang curang.

Bahkan di internal Kementan sendiri, lebih dari 1.500 pegawai telah dikenai sanksi berupa demosi dan mutasi akibat pelanggaran disiplin dan integritas.

“Ini gerakan bersih-bersih yang kami lakukan tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Dalam 130 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran, Kementan juga mencatat 20 tersangka baru dan tengah memproses hukum 50 perusahaan yang merugikan negara dan petani.

Amran pun mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memecah belah soliditas pemerintah dengan memelintir isi video tersebut. “Saya tegaskan, jangan coba adu domba saya dengan Wapres. Semua presiden dan wapres yang pernah saya dampingi punya semangat yang sama: bersih-bersih mafia pangan dan bela petani,” ujarnya.

Soroti Penahanan Febrie Adriansyah, Bimantoro Tegaskan Semua Warga Negara Sama di Hadapan Hukum

Ia juga memberikan peringatan keras kepada para mafia pangan dan simpatisannya agar tidak mengganggu stabilitas pangan nasional.

“Saat ini jalan menuju swasembada semakin terang. Jangan coba-coba mengadu domba. Kami tegak lurus kepada presiden dan wapres, dan kami kompak memperjuangkan kedaulatan pangan Indonesia,” tegas Amran.

Sebagai penutup, Mentan menyatakan bahwa Kementerian Pertanian akan terus memperkuat sinergi dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan dalam menumpas praktik mafia pangan dan menjalankan kebijakan pro-petani secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.

La Tinro Soroti Penurunan Capaian Literasi dan Numerasi, Dorong Pemerintah Perkuat Evaluasi Pendidikan Nasional

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

60 Alumni Teknik Sipil Unhas Antusias Hadiri Site Visit Project WIKA Beton

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement