Pertemuan Perdamaian Rusia-Ukraina Hanya Berlangsung Dua Jam Setelah Tiga Tahun Tanpa Dialog

Pertemuan Perdamaian Rusia-Ukraina Hanya Berlangsung Dua Jam Setelah Tiga Tahun Tanpa Dialog - Rusia-Ukraina - Gambar 1414
Foto yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Turkiye pada Jumat (16/5/2025) ini memperlihatkan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan (tengah), Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (keempat dari kiri), Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga (keempat dari kanan) dan delegasi mereka menghadiri pertemuan untuk perundingan perdamaian Ukraina-Rusia di Istana Dolmabahce, Istanbul.(dok.HANDOUT KEMENTERIAN LUAR NEGERI TURKIYE/AFP)

Manyala.co – Setelah lebih dari tiga tahun tanpa pembicaraan langsung, Rusia dan Ukraina akhirnya kembali duduk bersama dalam sebuah forum negosiasi perdamaian yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada Jumat (16/5/2025). Sayangnya, harapan besar yang disematkan pada momen bersejarah ini tidak membuahkan hasil berarti. Pertemuan tersebut hanya berlangsung selama dua jam dan berakhir tanpa kemajuan signifikan.

Rusia-Ukraina Hanya Berlangsung Dua Jam Setelah Tiga Tahun Tanpa Dialog

Pertemuan ini menjadi yang pertama sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai pada Februari 2022. Banyak pihak berharap bahwa pertemuan ini akan membuka jalan bagi gencatan senjata atau setidaknya mengurangi eskalasi konflik. Namun, perbedaan pandangan yang mencolok antara kedua belah pihak sudah terlihat sejak sesi awal dimulai.

Tuntutan Rusia Dinilai Tidak Masuk Akal, Ukraina Bersikeras pada Gencatan Senjata Tanpa Syarat

Sumber dari delegasi Ukraina menyebut bahwa pihak Rusia mengajukan tuntutan-tuntutan baru yang jauh melebihi apa yang pernah mereka utarakan sebelumnya dalam proses perdamaian. Persyaratan tersebut bahkan dianggap tidak realistis dan kurang menunjukkan niat konstruktif untuk menghentikan perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sendiri menegaskan bahwa Kyiv hanya menginginkan satu hal: gencatan senjata penuh dan tanpa syarat. Ia menambahkan bahwa jika Moskwa tetap bersikukuh pada tuntutan yang tidak masuk akal, maka Ukraina akan mendorong penerapan sanksi ekonomi tambahan terhadap Rusia, khususnya yang menyasar sektor energi dan perbankan.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

“Kami tidak ingin gencatan senjata palsu. Kami ingin perdamaian yang sungguh-sungguh, dilakukan dengan niat baik,” ujar Zelensky dalam pernyataannya usai negosiasi.

Trump: Tidak Akan Ada Kemajuan Tanpa Pertemuan Saya dengan Putin

Di sisi lain, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang saat ini kembali aktif dalam urusan internasional, menilai bahwa negosiasi damai antara Rusia dan Ukraina tidak akan berkembang tanpa keterlibatan langsung dirinya dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump baru saja menyelesaikan kunjungannya ke Timur Tengah sehari sebelum negosiasi berlangsung dan menyampaikan bahwa peran AS masih sangat penting dalam menyelesaikan konflik ini.

“Tidak akan terjadi apa pun sampai saya bertemu langsung dengan Putin,” ujar Trump menanggapi hasil pertemuan yang mengecewakan.

Rusia Tuduh Ukraina Memanfaatkan Gencatan Senjata untuk Perkuat Militer

Sementara itu, dari pihak Rusia, ada pernyataan yang menyiratkan kesediaan untuk mengakhiri perang lewat jalur diplomasi. Namun, Moskwa tetap menunjukkan keraguan terhadap niat Ukraina. Pemerintah Rusia menuding Kyiv selama ini memanfaatkan masa gencatan senjata untuk mengonsolidasikan kekuatan militer, menambah pasukan, dan menerima kiriman senjata dari negara-negara Barat.

Delegasi Rusia dipimpin oleh Vladimir Medinsky, ajudan Kremlin yang sebelumnya juga menjabat sebagai ketua tim negosiasi pada tahun 2022. Ia didampingi oleh Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin, Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Galuzin, dan Kepala Intelijen Militer Rusia Igor Kostyukov. Dari pihak Ukraina, delegasi dipimpin oleh Menteri Pertahanan Rustem Umerov.

Blokade Houthi Mengancam Jalur Minyak Dunia, Kapal Arab Saudi Terpaksa Putar Afrika

Babak Baru Upaya Perdamaian Masih Samar

Meskipun durasi pertemuan tergolong singkat dan tanpa hasil konkret, pertemuan ini tetap menandai kembalinya kedua pihak ke meja dialog sesuatu yang belum terjadi sejak awal perang pecah. Walau masih jauh dari kata sepakat, beberapa pengamat melihat pertemuan ini sebagai sinyal awal bahwa ruang diplomasi belum sepenuhnya tertutup.

Namun, selama tuntutan Rusia tetap dinilai tidak masuk akal dan Ukraina tetap bersikeras pada gencatan senjata total, peluang kompromi tampaknya masih sangat kecil. Dunia internasional pun kini menunggu langkah selanjutnya, baik dari kedua negara maupun dari kekuatan besar seperti Amerika Serikat.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

RT 04 Tamangapa Jadi Percontohan Pemilahan Sampah di Makassar, Budaya Pilah Sampah Dimulai Sejak 2025

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement