Setahun Pemerintahan Prabowo, Rp1,7 Triliun Aset Korupsi Dikembalikan

Prabowo
Setahun Pemerintahan Prabowo, Rp1,7 Triliun Aset Korupsi Dikembalikan.

Manyala.co – Aparat penegak hukum Indonesia mencatat capaian signifikan dalam pemberantasan korupsi selama satu tahun pertama masa pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Berdasarkan laporan riset NEXT Indonesia Research & Publications bertajuk “Mengubah Indonesia: 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran”, negara berhasil mengembalikan aset senilai Rp1,7 triliun yang berasal dari hasil korupsi.

Pemulihan itu mencakup hasil rampasan, lelang barang sitaan, dan penguasaan kembali kawasan hutan yang sebelumnya dikuasai secara ilegal. Laporan yang dipublikasikan di Jakarta pada Sabtu (18/10/2025) itu menegaskan adanya penguatan penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi sepanjang tahun pertama pemerintahan.

Menurut laporan, sebanyak 43 kasus korupsi ditangani oleh Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan. Dari upaya penindakan tersebut, pemerintah diklaim berhasil menekan potensi kerugian negara hingga Rp320,4 triliun.

Salah satu perkara terbesar yang disorot adalah kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di lingkungan PT Pertamina (Persero) dan kontraktor kerja sama (KKKS) periode 2018–2023. Kasus tersebut ditaksir menimbulkan kerugian negara mencapai Rp285 triliun dan menjadi salah satu fokus utama aparat penegak hukum dalam satu tahun terakhir.

Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem hukum nasional dan menekan praktik korupsi di seluruh lini pemerintahan. Dalam Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta pada Rabu (15/10), Prabowo menyebut korupsi sebagai “penyakit berbahaya” bagi stabilitas bangsa.

Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik 16 Menteri, Wamen hingga Pejabat Negara

“Menurut saya, korupsi adalah penyakit. Ketika sudah mencapai stadium 4 seperti kanker, akan sangat sulit disembuhkan. Dalam sejarah, korupsi bisa menghancurkan negara, bangsa, dan rezim. Jadi, saya bertekad untuk memberantas korupsi,” ujar Prabowo dalam forum tersebut.

Selain di bidang hukum, laporan NEXT Indonesia juga menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah sebagai bagian dari strategi penguatan tata kelola negara. Sejumlah langkah yang telah diambil antara lain penghapusan piutang macet bagi UMKM di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, serta pendirian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pemerintah juga meluncurkan delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Wins sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025–2029. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), pemeriksaan kesehatan gratis, sekolah rakyat, hingga proyek cetak sawah nasional.

NEXT Indonesia mencatat, program-program cepat ini dirancang agar manfaat kebijakan pemerintah dapat langsung dirasakan masyarakat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional yang lebih inklusif.

Upaya pemberantasan korupsi dan penguatan ekonomi tersebut dinilai sebagai dua elemen kunci dalam strategi Prabowo-Gibran untuk mendorong Indonesia menuju Visi Emas 2045. Hingga kini, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam memastikan efektivitas kebijakan antikorupsi di tingkat birokrasi dan daerah, namun laporan tersebut menilai arah reformasi berjalan progresif.

Suahasil Nazara Gantikan Purbaya sebagai Menteri Keuangan

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Mengintip 10 Bunker Paling Aman di Dunia, dari Swiss hingga Amerika Serikat

02

Okayama Connection Salurkan 100 Relief Bag untuk Warga Terdampak Gempa Kumamoto, Jepang

03

Shell Lepas Bisnis SPBU di Indonesia, Bahlil: Itu Hanya Perpindahan Kepemilikan Biasa

04

Sidang Tom Lembong: Saksi Sebut Indonesia Alami Defisit Gula pada 2015–2016

05

Nicholas Saputra Ciptakan Desain Perhiasan dengan Sentuhan Elemen Api

06

Menlu Sugiono Buka Sidang PBB dengan Salam Lintas Agama, Tegaskan Ketahanan Nasional dan Dukungan untuk Palestina

07

Aksi Tak Pantas Oknum Ojol di Bandar Lampung Bikin Perempuan Trauma

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement