Jokowi Disebut Berpotensi Jadi Caketum PSI, Pengamat: Bursa Bisa Sepi Peminat

Jokowi Disebut Berpotensi Jadi Caketum PSI, Pengamat: Bursa Bisa Sepi Peminat - PSI - Gambar 977
JOKOWI Pimpin PSI, Pengamat: Partai Orang Muda, Sebaiknya Tahu Diri Ist/Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, ikut menyoroti isu merapatnya Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. (dok. Tribunnews.com).

Manyala.co – Isu pencalonan Joko Widodo sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus mengemuka dan menjadi perbincangan hangat di kalangan politik nasional. Meski belum ada konfirmasi resmi, nama Presiden ke-7 Republik Indonesia itu disebut-sebut menjadi figur yang tengah dipertimbangkan untuk memimpin PSI ke depan.

Direktur Eksekutif Triaspols, Agung Baskoro, mengemukakan bahwa apabila Jokowi benar-benar maju sebagai calon ketua umum PSI, dinamika bursa pencalonan bisa langsung teredam. Menurutnya, kehadiran Jokowi dalam bursa akan menjadikan kandidat lain hanya sebagai pelengkap.

“Sulit membayangkan ada figur lain yang bisa bersaing sepadan jika Jokowi masuk gelanggang. Pesaingnya kemungkinan besar hanya akan dianggap sekadar meramaikan,” ujar Agung dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Sejak pendaftaran dibuka pada 13 Mei lalu, baru satu nama yang secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum, yaitu Ronald A. Sinaga, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Jawa Barat. Minimnya jumlah pendaftar, kata Agung, bisa jadi disebabkan oleh spekulasi mengenai majunya Jokowi.

Namun, Agung menilai, dinamika internal PSI kemungkinan akan tetap bergulir hingga detik-detik terakhir masa pendaftaran. Ia menyebut bahwa praktik “last minute management” sudah menjadi hal lazim dalam politik Indonesia.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

“Meski saat ini masih spekulatif, wacana pencalonan Jokowi tetap akan mempengaruhi dinamika internal partai. Bisa saja nama-nama lain baru muncul di akhir masa pendaftaran,” lanjutnya.

Menurut Agung, saat ini PSI membutuhkan figur ketua umum yang tidak hanya memiliki rekam jejak ketokohan kuat, tetapi juga memiliki kemampuan sumber daya yang solid—baik dari sisi jaringan maupun daya tarik publik. Dalam konteks ini, sosok Jokowi dianggap memenuhi kriteria yang dibutuhkan partai untuk bisa kembali berkompetisi di tingkat nasional, khususnya menjelang Pemilu 2029.

Dengan pengalaman dua periode sebagai Presiden RI, Jokowi memiliki jejaring luas serta modal politik dan sosial yang mumpuni. Jika benar-benar terjun memimpin PSI, kekuatan ini bisa menjadi dorongan signifikan bagi partai tersebut untuk lolos ke Senayan.

Namun demikian, jika ada tokoh lain yang berniat bersaing, mereka harus memiliki kapasitas dan sumber daya yang sepadan. “Siapa pun yang hendak menantang Jokowi dalam bursa ketua umum PSI harus mampu menyamai kekuatan politik, simbolik, dan logistik yang dimiliki Jokowi,” tutup Agung.

Meskipun segala kemungkinan masih terbuka, pertanyaan besar kini terletak pada apakah Jokowi akan mengambil langkah mengejutkan dan benar-benar mendaftarkan diri, atau justru tetap berada di luar struktur partai secara formal. Yang jelas, bayangan sosoknya sudah cukup membuat bursa calon ketua umum PSI sepi peminat.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement