Manyala.co – Menjelang pelaksanaan Public Expose (Pubex) PT Astra International Tbk (ASII) pekan depan, pergerakan saham raksasa konglomerasi ini mencuri perhatian pelaku pasar modal. Pada perdagangan Selasa, 19 Agustus 2025, saham Astra tercatat melesat tajam di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi salah satu emiten yang paling aktif diperjualbelikan.
Data RTI Business pukul 15.00 WIB menunjukkan harga saham ASII menguat 8,46 persen, menembus level Rp 5.450 per lembar. Lonjakan tersebut diiringi dengan tingginya minat investor, terbukti dari volume transaksi yang mencapai 232,01 juta lembar saham dengan nilai mencapai Rp 1,25 triliun hanya dalam satu hari perdagangan.
Tidak hanya hari ini, reli saham Astra sebenarnya sudah berlangsung cukup konsisten dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sepekan terakhir, saham ASII tumbuh 12,24 persen. Jika ditarik lebih jauh, sepanjang tiga bulan terakhir penguatannya mencapai 15,06 persen. Bahkan secara year to date atau sepanjang tahun 2025, saham emiten otomotif terbesar di Tanah Air itu sudah naik 12,24 persen.
Kenaikan harga saham ini tidak bisa dilepaskan dari fundamental keuangan perusahaan yang relatif solid. Laporan keuangan semester I/2025 menunjukkan Astra International berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 15,51 triliun yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Dari sisi pendapatan, perseroan meraup Rp 162,86 triliun pada paruh pertama tahun ini, sebuah angka yang mencerminkan daya saing dan diversifikasi bisnis Astra yang masih kuat di tengah ketidakpastian global.
Antusiasme pasar juga dipicu oleh rencana Pubex yang dijadwalkan berlangsung Rabu, 27 Agustus 2025. Acara ini akan digelar secara virtual mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, di mana manajemen Astra diperkirakan akan memaparkan kinerja terbaru sekaligus rencana strategi jangka menengah. Investor menanti update langsung dari jajaran direksi mengenai prospek bisnis, terutama di sektor otomotif, agribisnis, hingga jasa keuangan.
Euforia penguatan harga saham ternyata juga menular ke sejumlah anak usaha Astra Group yang tercatat di BEI. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, ikut terdongkrak naik 4,64 persen ke level Rp 7.325 per lembar saham. Nilai transaksi AALI tercatat sebesar Rp 26,28 miliar dengan volume perdagangan 3,62 juta lembar.
Perusahaan lainnya, PT Astra Graphia Tbk (ASGR), yang fokus pada bisnis percetakan dan solusi digital, juga bergerak positif dengan penguatan 0,93 persen ke Rp 1.080 per saham. Data menunjukkan volume perdagangan ASGR mencapai 995,40 ribu lembar dengan nilai Rp 1,08 miliar.
Sementara itu, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) yang menjadi pilar utama di sektor manufaktur komponen otomotif, turut naik 1,77 persen hingga menembus Rp 2.300 per saham. Emiten ini tercatat diperdagangkan sebanyak 6,93 juta lembar dengan nilai transaksi Rp 16,02 miliar.
Secara keseluruhan, lonjakan harga saham emiten-emiten di bawah naungan Astra Group memperlihatkan sentimen positif yang cukup kuat dari investor. Apalagi, kinerja keuangan paruh pertama 2025 menjadi penopang optimisme, sehingga banyak analis memperkirakan tren kenaikan ini bisa berlanjut setidaknya hingga pelaksanaan Pubex pekan depan.
Dengan kinerja keuangan yang solid, dukungan diversifikasi bisnis dari otomotif, agribisnis, hingga jasa keuangan, serta kepercayaan investor yang terus menguat, Astra International diprediksi masih akan menjadi salah satu penggerak utama di bursa Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.

































