La Tinro Pimpin Kunker Panja PTKL Komisi X di LLDIKTI Wilayah IX, Tegaskan PTKL Jangan Disalahgunakan

Anggota Komisi X DPR RI, Ir. H. La Tinro La Tunrung, memimpin kunjungan kerja Panja PTKL di LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (11/9/2025).
Anggota Komisi X DPR RI, Ir. H. La Tinro La Tunrung, memimpin kunjungan kerja Panja PTKL di LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (11/9/2025).

Manyala.co – Panitia Kerja (Panja) Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Selatan, Makassar, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (11/9/2025).

Kunjungan yang dipimpin Anggota Komisi X DPR RI, Ir. H. La Tinro La Tunrung, berfokus pada pembahasan aspirasi untuk mendorong regulasi serta memperkuat sinergi antar berbagai jenis perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam kunker tersebut, dibahas sejumlah isu krusial terkait tumpang tindih program studi antara PTKL dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Panja PTKL menyoroti pentingnya penataan kembali fungsi PTKL agar lebih fokus pada pendidikan kedinasan dan vokasi, sehingga tidak bersaing langsung dengan perguruan tinggi umum.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ir. H. La Tinro La Tunrung, menegaskan bahwa keberadaan PTKL perlu dirumuskan untuk mewujudkan kontribusi yang proporsional, relevan, dan mampu bersinergi dengan seluruh ekosistem pendidikan tinggi.

Dinsos Makassar Tancap Gas Pendataan Perlinsos Digital, Target 70 Persen Sebelum 31 Agustus

“Kita tidak ingin ada tumpang tindih yang justru merugikan, apalagi sampai PTKL ini disalahgunakan untuk tujuan komersial,” tegas La Tinro.

Lebih lanjut, La Tinro juga menyampaikan bahwa hasil dari kunjungan ini akan menjadi bahan penting bagi Panja PTKL dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang komprehensif.

“Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih teratur, efisien, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional,” terang La Tinro.

Sementara itu, Kabag Kerjasama Universitas Muhammadiyah Barru, Ismail Suardi Wekke, menekankan pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inklusif di era modern.

“Pendidikan tidak lagi bisa hanya mengandalkan kurikulum dan metode pengajaran tradisional. Pendidikan harus menjadi lingkungan yang dinamis, di mana semua elemen—mulai dari guru, siswa, orang tua, hingga teknologi—saling berinteraksi untuk mencapai hasil yang optimal,” jelas Ismail, yang akrab disapa Wake dan juga dikenal sebagai pakar pendidikan.

Wali Kota Munafri Pastikan Pemkot Makassar Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Bergerak Lewat Donasi

Lebih lanjut, Wake menegaskan bahwa ekosistem pendidikan ideal harus mampu menjawab tantangan zaman, seperti disrupsi teknologi dan perubahan sosial yang cepat. Transformasi ini membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.

“Dosen perlu bertransformasi menjadi fasilitator pembelajaran, bukan sekadar penyampai materi. Mahasiswa didorong untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang kritis dan kreatif,” sambungnya.

Integrasi teknologi yang efektif dalam proses pembelajaran juga dinilai ampuh untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memungkinkan personalisasi pembelajaran. Namun, ia mengingatkan agar integrasi tersebut tidak mengabaikan nilai-nilai lokal dan budaya.

“Pendidikan harus berbasis pada kearifan lokal, karena itulah yang membentuk karakter dan identitas,” tutupnya.

Hal ini menjadi urgensi bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk merefleksikan dan mereformasi diri, guna menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif, beretika, dan berakar kuat pada nilai-nilai bangsa.

Kalla Youth Fest 2026 Segera Digelar, Wali Kota Makassar Munafri Harap Jadi Event Lokal Kolaborasi MCH

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement