Dedi Mulyadi Tanggapi Survei soal Lapangan Kerja, Ingatkan Anak Muda Jangan Pilih-Pilih Pekerjaan

Dedi Mulyadi Tanggapi Survei soal Lapangan Kerja, Ingatkan Anak Muda Jangan Pilih-Pilih Pekerjaan - Dedi - Gambar 83
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons gugatan organisasi sekolah swasta ke PTUN imbas rombel 50 siswa. (dok. Kompas.com/ Ruby Rachmadina)

Manyala.co – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti fenomena kurangnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pekerjaan nonformal seperti pertanian dan konstruksi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan besar yang perlu segera ditangani pemerintah di tengah upaya menciptakan lapangan kerja baru di luar sektor industri.

Dalam acara yang digelar di Sabuga, Kota Bandung, Rabu (20/8/2025), Dedi menyampaikan bahwa mayoritas pencari kerja saat ini lebih memilih melamar di pabrik atau sektor industri formal. Hal ini, kata dia, menimbulkan ketidakseimbangan karena sejumlah bidang lain justru kekurangan tenaga kerja.

“Problemnya ada di situ. Anak-anak kalau melamar kerja lebih suka ke pabrik. Kalau disuruh urus sawah, enggak mau. Diajak kerja bangunan juga enggak mau. Jadi memang ada masalah karena mereka cenderung hanya mencari pekerjaan formal,” ujarnya.

Dedi kemudian mengimbau agar masyarakat, khususnya para pencari kerja, tidak terlalu selektif dalam menentukan bidang pekerjaan. Ia menekankan bahwa mendapatkan pekerjaan, apapun bentuknya, lebih baik dibandingkan menganggur. Menurutnya, setiap orang bisa memulai dari pekerjaan apa saja, sebelum akhirnya bertemu dengan profesi yang sesuai dengan pilihan hidupnya.

“Kita harus belajar untuk tidak pilih-pilih. Buat yang masih nganggur, lebih baik kerja saja dulu. Yang penting bisa menghasilkan uang. Hidup itu kan berproses, nanti juga pada waktunya bisa sampai ke pekerjaan impian,” kata Dedi menambahkan.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Isu lapangan kerja ini juga sempat muncul dalam hasil survei Litbang Kompas yang dirilis baru-baru ini. Survei tersebut menunjukkan 57,6 persen masyarakat Jawa Barat menilai penyediaan lapangan kerja di provinsi itu masih buruk, sementara 7,3 persen lainnya menilai sangat buruk.

Meski begitu, Dedi merespons hasil survei itu dengan tenang. Ia mengaku tidak keberatan dengan kritik dan justru menganggapnya sebagai masukan yang positif. Menurutnya, evaluasi dari publik penting untuk memperbaiki kebijakan pemerintah ke depan.

“Survei itu kan dilakukan baru di bulan kelima masa jabatan, jadi wajar hasilnya masih begitu. Saya malah senang ada kritik, terutama yang terkait ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja. Karena memang baru enam bulan ini kita fokus mengorkestrasi percepatan perizinan industri. Saya baru menangani kasus industri yang butuh 31 ribu tenaga kerja, tapi izinnya hanya keluar untuk 16 ribu. Ini yang sedang kita selesaikan,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Dedi berharap masyarakat bisa lebih realistis dalam menghadapi dinamika lapangan kerja di Jawa Barat. Pemerintah, sambungnya, akan terus berusaha membuka peluang baru, namun partisipasi masyarakat untuk mau bekerja di berbagai sektor tetap menjadi faktor kunci.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Wabup Enrekang Serahkan Bingkisan kepada Veteran pada HUT ke-81 TNI

02

Dikbud Enrekang Raih Juara 1 Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Tingkat OPD

03

Kejari dan Pemkab Enrekang Mulai Revitalisasi Sarana Pendidikan, Anggaran TK Pembina Rp1,34 Miliar

04

Wabup Enrekang Dorong Pemerataan Listrik, 9 Titik Lisdes Siap Dikembangkan

05

Bupati Enrekang Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Persatuan Bangsa

06

Pemkab Enrekang Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Massenrempulu Periode 2026–2031

07

Bantu Warga di Musim Kemarau, Pemkot Makassar Terus Salurkan Air Bersih untuk 26 Ribu KK di 9 Kecamatan

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement