Indonesia Tempati Posisi Keempat Tenaga Kerja Terbesar Dunia

Indonesia
Indonesia Tempati Posisi Keempat Tenaga Kerja Terbesar Dunia. Manyala,co

Manyala.co – Berdasarkan data World Bank 2024, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam jumlah tenaga kerja, dengan 143.143.940 orang yang aktif bekerja. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di bawah China, India, dan Amerika Serikat.

China menempati posisi teratas dengan 773,9 juta tenaga kerja, disusul India sebanyak 607,6 juta, dan Amerika Serikat 174,1 juta. Di bawah Indonesia, terdapat Nigeria (113,3 juta), Brasil (106,7 juta), Pakistan (83,6 juta), Bangladesh (77,3 juta), Rusia (72,5 juta), serta Jepang (69,3 juta).

Asia Dominasi Tenaga Kerja Global

Asia menjadi kawasan dengan kontribusi terbesar terhadap tenaga kerja dunia. Menurut laporan Visual Capitalist, gabungan tenaga kerja China dan India mewakili lebih dari 40 persen total pekerja global, menunjukkan pentingnya kawasan Asia dalam menopang sektor manufaktur, teknologi, dan jasa internasional.

Sementara itu, Amerika Serikat menempati posisi ketiga sebagai satu-satunya negara maju dalam tiga besar. Meskipun menghadapi tantangan demografi akibat populasi menua, pasar tenaga kerja AS tetap dinamis berkat arus imigrasi dan dominasi sektor jasa, yang menyerap lebih dari dua pertiga angkatan kerja nasional.

Faktor Penentu Jumlah Tenaga Kerja

Menurut World Atlas, faktor utama yang memengaruhi besarnya jumlah tenaga kerja suatu negara mencakup populasi, struktur usia produktif, tingkat pendidikan, serta partisipasi angkatan muda dan perempuan. Negara dengan proporsi penduduk muda yang tinggi cenderung memiliki tenaga kerja yang melimpah, seperti India dan Indonesia.

Dinsos Makassar Tancap Gas Pendataan Perlinsos Digital, Target 70 Persen Sebelum 31 Agustus

Perbedaan Budaya Generasi Muda: AS vs India

Perbedaan pandangan terhadap dunia kerja juga memengaruhi dinamika tenaga kerja global. Di Amerika Serikat, banyak pelajar dan mahasiswa memilih menunda bekerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Akibatnya, partisipasi tenaga kerja muda menurun dalam satu dekade terakhir.

Sebaliknya di India, partisipasi usia muda justru meningkat tajam. Pemerintah India mendorong generasi muda untuk segera masuk dunia kerja guna memperkuat produktivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pekerja Migran Sebagai Penopang Ekonomi Dunia

Selain tenaga kerja domestik, pekerja migran menjadi elemen penting dalam struktur ekonomi global. Di China, sebagian besar pekerja migran berusia 40–55 tahun, bekerja di sektor konstruksi dan pertanian.

Di Amerika Serikat, terdapat 1–3 juta pekerja pertanian migran, mayoritas berasal dari Meksiko. Mereka memainkan peran vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan pasokan hasil pertanian. Usia rata-rata pekerja migran di AS berkisar 30 tahun, dan sebagian besar merupakan laki-laki yang bekerja sendiri serta rutin mengirim uang ke keluarga di negara asal.

India juga memiliki populasi pekerja migran domestik yang besar. Mereka berpindah dari satu proyek ke proyek lain di sektor pertanian dan konstruksi, menunjukkan fleksibilitas tenaga kerja informal di negara berkembang.

Wali Kota Munafri Pastikan Pemkot Makassar Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Bergerak Lewat Donasi

Transformasi Dunia Kerja Global

Kemajuan teknologi terus mengubah pola kerja di berbagai negara. Sementara otomatisasi dan kecerdasan buatan meningkatkan efisiensi di sektor industri, pekerjaan tradisional seperti pertanian tetap krusial untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Laporan Bank Dunia menyebut bahwa kombinasi antara inovasi teknologi, tenaga kerja muda, dan sistem pendidikan adaptif akan menentukan daya saing ekonomi global dalam dekade mendatang.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement