14 Desember Peringati Tonggak Penulisan Sejarah Nasional Indonesia

Sejarah Nasional Indonesia
Foto pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945(Dok. YouTube/ANRI)

Manyala.co – Indonesia memperingati Hari Sejarah Nasional setiap 14 Desember untuk menandai Kongres Sejarah Nasional Indonesia (KSNI) I tahun 1957 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak peralihan penulisan sejarah dari perspektif kolonial ke sudut pandang nasional.

Peringatan Hari Sejarah Nasional merujuk pada pelaksanaan Kongres Sejarah Nasional Indonesia I yang berlangsung pada 14–18 Desember 1957. Kongres tersebut dihadiri sejarawan, akademisi, dan tokoh intelektual dari berbagai daerah, serta menjadi forum awal penyusunan sejarah Indonesia sebagai bangsa merdeka.

Sebelum kongres tersebut, penulisan sejarah Indonesia masih didominasi oleh historiografi kolonial Belanda. Dalam narasi kolonial, masyarakat Indonesia kerap ditempatkan sebagai objek sejarah, sementara aktor utama dan sudut pandang tetap berpusat pada kepentingan kekuasaan kolonial.

Melalui Kongres Sejarah Nasional 1957, para sejarawan Indonesia menyepakati pentingnya menempatkan bangsa Indonesia sebagai subjek utama sejarahnya sendiri. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pergeseran pendekatan historiografi nasional yang menampilkan pengalaman politik, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Indonesia secara lebih utuh.

Pasca-kemerdekaan, perhatian terhadap penulisan sejarah nasional meningkat secara signifikan. Sejumlah media mencatat munculnya gerakan Indonesianisasi dalam historiografi, yang ditandai dengan penerjemahan karya sejarah berbahasa Belanda ke dalam Bahasa Indonesia serta penyesuaian istilah asing dengan konteks nasional.

Wali Kota Munafri Bicara Branding Makassar: Dari Taman Bunga hingga “The Great of Makassar”

Dalam narasi sejarah yang berkembang setelah 1957, tokoh-tokoh Indonesia ditempatkan sebagai pelaku utama perjuangan bangsa. Kolonialisme Belanda diposisikan sebagai bentuk penindasan terhadap rakyat, sementara proses perlawanan dan pembentukan negara ditekankan sebagai bagian dari perjalanan kolektif bangsa.

Catatan kajian yang dikutip Tirto.id menunjukkan bahwa Kongres Sejarah Nasional 1957 juga diwarnai perbedaan pandangan di kalangan sejarawan. Perdebatan muncul, antara lain, mengenai landasan filosofis dan metodologi penulisan sejarah nasional, termasuk diskusi antara Soedjatmoko dan Muhammad Yamin.

Pada periode berikutnya, khususnya pada masa Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru, berkembang kecenderungan penulisan sejarah lokal oleh sejarawan akademik. Pendekatan ini dipandang penting untuk melengkapi narasi nasional dengan pemahaman mengenai dinamika sosial dan ekonomi di tingkat daerah.

Sejarah lokal kemudian menjadi bagian dari upaya membangun historiografi nasional yang lebih komprehensif. Penelitian di tingkat daerah memberikan gambaran mengenai dampak kolonialisme dan perubahan sosial yang dialami masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Hari Sejarah Nasional sendiri mulai digagas secara luas pada 2014 oleh berbagai kalangan masyarakat, termasuk asosiasi profesi, komunitas kesejarahan, akademisi, guru, serta mahasiswa sejarah. Meski belum ditetapkan melalui keputusan presiden, peringatan ini secara konsisten dirayakan oleh insan sejarah di Indonesia.

Era Kepemimpinan Wali Kota Munafri: Investasi Makassar Melesat, Triwulan I Capai Rp2,7 Triliun atau 77 Persen

Menurut laporan RRI, peringatan Hari Sejarah Nasional tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga sebagai pengingat akan peran strategis sejarah dalam membentuk karakter, nasionalisme, dan kesadaran kolektif bangsa. Hingga Minggu malam, belum ada keputusan resmi pemerintah yang menetapkan Hari Sejarah Nasional sebagai hari peringatan nasional melalui regulasi formal.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement