Isu Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Kemenkeu Pastikan Itu Hoax dan Hasil Suntingan

Isu Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Kemenkeu Pastikan Itu Hoax dan Hasil Suntingan - Kemenkeu - Gambar 113
Kemenkeu Pastikan Itu Hoax dan Hasil Suntingan.

Manyala.co – Perdebatan publik memanas di jagat maya setelah beredarnya sebuah video Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang seolah-olah menyebut guru sebagai beban negara. Video tersebut sontak menjadi viral dan menuai komentar beragam dari masyarakat, terutama di media sosial X. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa rekaman yang tersebar itu tidak benar adanya dan merupakan hasil manipulasi.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menampik keras isi video tersebut. Ia menyatakan bahwa Sri Mulyani sama sekali tidak pernah mengucapkan kalimat yang menyebut guru sebagai beban negara. “Potongan video yang beredar jelas hoax. Menteri Keuangan tidak pernah menyampaikan hal seperti itu,” tegas Deni dalam keterangan tertulis yang dikeluarkan pada Selasa (19/8/2025).

Penjelasan lebih lanjut disampaikan oleh Kemenkeu yang menyebut bahwa rekaman itu merupakan hasil editan berupa potongan tidak utuh dari pidato asli Sri Mulyani di Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 7 Agustus 2025. Bahkan, Kemenkeu menduga teknik manipulasi digital seperti deepfake turut digunakan untuk membuat potongan video tersebut terlihat meyakinkan.

Meski ramai diperbincangkan, Sri Mulyani sendiri memilih tidak banyak bicara ketika dimintai komentar langsung oleh awak media usai mengikuti rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Menkeu hanya diam dan tidak memberikan klarifikasi tambahan terkait isu tersebut, sehingga ruang spekulasi publik semakin terbuka.

Jika menilik pidato lengkapnya di Bandung, Sri Mulyani sebenarnya tidak sedang membicarakan guru sebagai beban negara. Ia justru menyinggung persoalan klasik mengenai rendahnya gaji guru dan dosen di Indonesia yang kerap menjadi sorotan masyarakat. Dalam pandangannya, persoalan ini bukan sekadar isu kesejahteraan, tetapi juga menjadi tantangan berat bagi pengelolaan keuangan negara.

Enam Talenta Siswa Makassar Tembus FLS3N Nasional, Wali Kota Munafri Siapkan Beasiswa sebagai Apresiasi

“Banyak di media sosial masyarakat menyampaikan bahwa menjadi dosen atau guru kurang dihargai karena gajinya tidak besar. Dan ini memang salah satu tantangan serius bagi keuangan negara,” tutur Sri Mulyani kala itu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa persoalan pendapatan tenaga pendidik menimbulkan pertanyaan besar: apakah seluruh pembiayaan gaji dan tunjangan guru serta dosen harus ditanggung sepenuhnya oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau justru dapat dilengkapi dengan dukungan dan partisipasi masyarakat.

“Pertanyaan dasarnya adalah, apakah semuanya harus ditanggung negara, atau ada ruang bagi kontribusi masyarakat dalam mendukung pembiayaan pendidikan ini,” ujarnya menambahkan.

Sebagai catatan, sektor pendidikan sendiri menyerap porsi yang sangat besar dalam APBN. Pada tahun 2025, alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp 724,3 triliun, setara dengan 20 persen dari total belanja negara. Anggaran tersebut terbagi ke berbagai pos, mulai dari gaji tenaga pendidik, tunjangan kinerja, hingga program-program beasiswa.

Meski demikian, pemotongan potongan video yang beredar dengan narasi menyesatkan membuat publik salah kaprah. Tidak sedikit warganet yang kemudian menyerang pernyataan tersebut, menganggap Sri Mulyani tidak menghargai jasa guru. Namun di sisi lain, banyak juga pihak yang meragukan keaslian video itu sejak awal karena dianggap tidak sesuai dengan gaya komunikasi Menkeu.

Wali Kota Makassar Munafri Paparkan Strategi Makassar Keluar dari Krisis Sampah di Forum UCLG ASPAC

Kasus ini kembali menjadi pengingat betapa rentannya potongan video hasil suntingan dalam menciptakan opini publik yang keliru. Kemenkeu berharap masyarakat lebih berhati-hati dalam menyerap informasi, terutama di tengah maraknya penyebaran hoaks di media sosial.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

02

Gelar Penelitian di Pesisir Singkawang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Dorong Kolaborasi Blue Economy

03

Ancaman Perang Baru di Timur Tengah, Houthi Ultimatum Arab Saudi dan Siap Tutup Selat Bab al-Mandeb

04

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

05

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement