Fenomena Akiya di Jepang: Rumah Kosong yang Jadi Peluang Investasi Global

Akiya
Fenomena Akiya di Jepang (Dok.detik.com).

Manyala.co – Jepang menghadapi tantangan demografis serius dengan meningkatnya jumlah rumah kosong atau akiya (空き家), yang kini mencapai sekitar 9 juta unit atau 13,8 persen dari total hunian di seluruh negeri pada akhir 2023, menurut laporan Nippon.com tahun 2024.

Fenomena ini muncul akibat populasi yang menua, urbanisasi pesat, serta rendahnya angka kelahiran selama beberapa dekade. Banyak wilayah pedesaan kehilangan penduduk muda, meninggalkan ribuan rumah tradisional tanpa penghuni. Sekitar 59 persen dari akiya merupakan warisan keluarga yang terbengkalai karena ahli waris tidak mampu menanggung biaya perawatan atau pajak yang tinggi.

Kebijakan pajak properti di Jepang juga berperan memperparah situasi. Tanah kosong dikenai tarif pajak lebih tinggi dibanding lahan dengan bangunan, sehingga banyak pemilik memilih mempertahankan rumah tua daripada membongkarnya. Prefektur seperti Wakayama dan Tokushima kini mencatat tingkat kekosongan lebih dari 21 persen.

Menurut Masaki Mori, PhD, Profesor Madya di Sekolah Bisnis Perhotelan EHL Swiss, fenomena akiya kini tidak hanya menjadi masalah sosial, tetapi juga peluang ekonomi baru, terutama di sektor investasi properti dan pariwisata.

Peluang dan Tantangan Investasi Akiya

Bagi sebagian investor, akiya terlihat menarik karena harga jual yang rendah — beberapa properti bahkan ditawarkan hanya sekitar USD 500 atau Rp8,3 juta. Namun, tantangan finansial dan struktural tetap besar. Banyak akiya berada di wilayah terpencil dengan permintaan rendah, biaya renovasi tinggi, dan struktur bangunan yang rapuh akibat usia tua.

Bahaya AI Kian Nyata, Ribuan Pegawai Google, Microsoft dan OpenAI Surati DPR AS

Masalah hukum juga kompleks. Pewarisan terfragmentasi, batasan zonasi, serta izin usaha pariwisata di bawah Undang-Undang Minpaku 2018 membatasi sewa jangka pendek hingga 180 hari per tahun tanpa lisensi hotel. Selain itu, bank cenderung enggan mendanai pembelian akiya karena nilai jual kembali yang rendah.

Namun, dengan strategi jangka panjang, sejumlah investor mulai mengubah rumah tradisional menjadi guesthouse, ryokan, atau ruang kerja jarak jauh (remote working space) bagi digital nomads. Konsep ini menggabungkan pelestarian budaya dengan ekonomi wisata berkelanjutan.

Kebijakan Pemerintah Jepang

Pemerintah Jepang berupaya mengatasi persoalan ini melalui berbagai kebijakan revitalisasi pedesaan. Program “Akiya Bank” di berbagai prefektur menawarkan rumah-rumah kosong untuk dijual atau disewa dengan harga sangat murah, sering kali disertai subsidi renovasi dan keringanan pajak.

Undang-Undang Tindakan Khusus Rumah Kosong tahun 2015 memberi wewenang kepada pemerintah daerah untuk memaksa pemilik memperbaiki atau merobohkan properti berbahaya. Beberapa kota seperti Imabari bahkan menawarkan visa startup bagi investor asing yang mau membuka usaha berbasis komunitas.

Portal daring resmi dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang juga memuat daftar akiya yang bisa diakses publik, meski sebagian besar masih berbahasa Jepang.

Blokade Houthi Mengancam Jalur Minyak Dunia, Kapal Arab Saudi Terpaksa Putar Afrika

Kisah Pasangan Asal Australia

Fenomena akiya menarik perhatian warga asing, termasuk pasangan Deborah dan Jason Brawn dari Brisbane, Australia. Setelah bertahun-tahun mencintai budaya Jepang, mereka membeli rumah tradisional berusia lebih dari 150 tahun di kota kecil Mitocho, sekitar dua jam dari Hiroshima, pada tahun 2023.

Rumah itu telah kosong selama 12 tahun dan sebelumnya digunakan sebagai pabrik sake. Pasangan tersebut membelinya seharga 3,5 juta yen (sekitar Rp350 juta) melalui sistem Akiya Bank. Mereka kini tengah merenovasi rumah itu secara bertahap dan mendokumentasikan prosesnya di YouTube.

“Kami ingin mengembalikan rumah ini ke kejayaannya dulu dengan sentuhan modern,” kata Jason, dikutip dari Business Insider pada Desember 2024.

Pasangan tersebut aktif dalam kegiatan masyarakat, termasuk gotong royong membersihkan sungai dan acara komunitas lokal. Mereka berencana menetap penuh di Jepang dalam lima hingga delapan tahun ke depan.

Fenomena akiya kini mencerminkan dua sisi wajah Jepang modern tantangan demografi yang serius sekaligus peluang ekonomi dan budaya yang membuka ruang bagi inovasi lintas negara.

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement