Gaji DPR Disorot, Ahok Setuju Jika Naik Asal Transparansi Anggaran Dibuka Lebar-lebar

Gaji DPR Disorot, Ahok Setuju Jika Naik Asal Transparansi Anggaran Dibuka Lebar-lebar - Ahok - Gambar 82
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (dok. Facebook Ahok)

Manyala.co – Isu kenaikan gaji anggota DPR kembali menjadi polemik publik. Wacana tersebut menuai pro dan kontra, salah satunya datang dari Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang memberikan pandangannya secara tegas dan blak-blakan.

Menurut Ahok, dirinya tidak mempermasalahkan jika para wakil rakyat mendapatkan gaji besar, bahkan hingga mencapai Rp 1 miliar per bulan. Namun, ia memberikan catatan keras bahwa hal itu harus dibarengi dengan keterbukaan anggaran serta kinerja yang benar-benar profesional dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Kalau anggota dewan mau gaji Rp 1 miliar sebulan, saya setuju saja. Tetapi kamu buka semua anggaran, kementerian juga buka semua anggaran, biar rakyat tahu setiap rupiah pajak kita dipakai untuk apa,” ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Sorotan soal Transparansi dan Tugas DPR

Ahok menilai masalah utama bukan terletak pada nominal gaji, melainkan pada sikap anggota DPR yang enggan membuka detail anggaran serta penggunaan uang negara. Ia menekankan bahwa jika gaji besar diberikan, seharusnya diiringi dengan profesionalisme yang sesuai.

“Sekarang kan masalahnya, kalian enggak mau buka. Orang mau digaji besar, wajar asal kerja profesional. Tugas utama anggota DPR itu kan mengawasi anggaran pajak rakyat. Kalau dibayar mahal tapi tidak membuka laporan keuangan negara, lalu bagaimana rakyat bisa percaya?” tegas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

Ia menambahkan, tanpa transparansi, masyarakat sulit menilai apakah DPR benar-benar menjalankan fungsi pengawasan atau tidak. “Kamu tahu enggak pemerintah pakai duit berapa? Kalau enggak tahu, berarti enggak jalan dong tugasnya,” ujarnya lagi dengan nada keras.

Perdebatan Publik dan Realitas Gaji Dewan

Sementara itu, isu kenaikan gaji DPR sendiri sudah berlangsung lama. Sejumlah anggota dewan mencoba meluruskan anggapan publik yang menilai mereka menerima penghasilan sangat tinggi. Wakil Ketua Komisi III DPR, Adies Kadir, menyebut total take home pay yang ia terima tidak sebesar yang dibicarakan di media sosial.

“Orang bilang gaji DPR Rp 100 juta lebih. Faktanya, yang saya terima hanya Rp 69 juta sampai Rp 70 juta per bulan. Itu pun sudah termasuk tunjangan. Jadi bukan seperti yang beredar,” jelas Adies.

Ia juga mengingatkan bahwa selama lebih dari 15 hingga 20 tahun terakhir, gaji pokok anggota DPR tidak pernah mengalami kenaikan signifikan. Menurutnya, kondisi tersebut justru membuat banyak anggota DPR mencoba memaksimalkan apa yang ada untuk tetap menjalankan tugas.

“Walaupun gaji tidak naik-naik, apalagi di situasi sekarang yang serba efisiensi, teman-teman di DPR berusaha tetap bekerja sebaik mungkin,” tambahnya.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Catatan Publik: Profesionalisme vs Kenaikan Gaji

Polemik mengenai gaji anggota DPR akhirnya bermuara pada dua hal utama. Pertama, tuntutan masyarakat akan transparansi dan profesionalisme dalam menjalankan fungsi legislasi serta pengawasan. Kedua, pembahasan mengenai apakah pantas gaji dinaikkan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Ahok, dengan gaya khasnya yang blak-blakan, menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa gaji tinggi bukanlah masalah asalkan diiringi dengan keterbukaan dan tanggung jawab penuh. “Kalau mau naik, silakan saja. Tapi jangan lupa, buka semua anggaran, biar jelas pajak rakyat itu ke mana saja dipakai,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

02

Pendidikan Gratis dan Guru Jadi Sorotan, La Tinro Minta Pemerintah Jangan Salah Prioritas

03

La Tinro Soroti Pemerataan Perpustakaan Daerah dan Kesejahteraan Relawan Literasi

04

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

05

Pasangan Suami Istri Di Temukan Meninggal Di Jalan Jogja – Magelang

06

Pemadaman Listrik Makassar, Wali Kota Appi Desak PLN Segera Normal 5 September

07

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Kolom

× Advertisement
× Advertisement