Google Siapkan Program Sekolah Rujukan di Makassar, Fokus pada Sertifikasi Guru Berbasis Digital

Google Siapkan Program Sekolah Rujukan di Makassar, Fokus pada Sertifikasi Guru Berbasis Digital - Google,makassar - Gambar 1214

Makassar, Manyala.co — Google Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di sektor pendidikan, terutama di sekolah-sekolah wilayah Kota Makassar.

Hal ini disampaikan langsung oleh Olivia Husli Basrin, Public Policy Government Affairs GTM Education Google, dalam sebuah forum dialog dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Kantor Balai Kota Makassar, Senin (2/6/2025).

“Google bukan sekadar penyedia teknologi, kami adalah mitra dalam perubahan pendidikan di Kota Makassar,” ujarnya.

“Kami hadir untuk memastikan transformasi digital di sekolah-sekolah tidak hanya berhenti pada distribusi perangkat, tetapi benar-benar sampai ke tahap implementasi yang berdampak langsung bagi siswa SD dan SMP serta guru,” tambah Olivia.

Menurutnya, Google lewat Chromebook memiliki pendekatan berbeda dibandingkan penyedia teknologi lainnya.

Wali Kota Munafri Bicara Branding Makassar: Dari Taman Bunga hingga “The Great of Makassar”

Mereka secara aktif mendampingi sekolah dalam proses inkubasi transformasi, termasuk pelatihan guru, adopsi teknologi dalam pembelajaran, hingga pemantauan hasil di lapangan.

Sekolah-sekolah yang terlibat dalam program ini nantinya juga akan tergabung dalam komunitas pendampingan berkelanjutan.

Salah satu target besar program tersebut adalah mendorong terbentuknya Google reference School di setiap kecamatan di Makassar, bagian dari inisiatif global yang diakui dan didukung penuh oleh Google.

“Google reference School adalah sekolah rujukan yang tidak hanya berhasil mengadopsi teknologi kami, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya dalam menjalankan transformasi digital pendidikan yang efektif,” jelas Olivia dari Google for Education.

Menanggapi isu nasional mengenai penyelidikan pengadaan perangkat oleh aparat penegak hukum laptop Chromebook menjadi issu nasional, Olivia menjelaskan bahwa yang menjadi sorotan adalah proses pengadaannya, bukan produk atau teknologinya.

Era Kepemimpinan Wali Kota Munafri: Investasi Makassar Melesat, Triwulan I Capai Rp2,7 Triliun atau 77 Persen

“Perangkat kami telah digunakan secara luas di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan Singapura. Produk kami dikenal karena efisiensinya, kemudahan kontrol, serta kemampuannya dalam memastikan keamanan penggunaan oleh siswa,” kata Olivia.

Dari pihak Google juga menegaskan bahwa perangkat berbasis Pro Education Upgrade mereka memungkinkan sekolah mengatur batasan penggunaan, mengelola akses situs, dan membatasi unduhan aplikasi — semua demi memastikan fokus penggunaan perangkat hanya untuk kebutuhan pendidikan.

Olivia menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa Google tetap berkomitmen meminimalkan risiko transformasi digital melalui pendekatan keamanan dan pendampingan teknis yang komprehensif.

“Teknologi memang seperti pisau bermata dua. Namun, kami hadir untuk memastikan pisau itu digunakan tepat guna — aman, efisien, dan berdampak nyata bagi pendidikan,” tuturnya.

Ia juga Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital pendidikan di Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan perangkat Chromebook di sekolah-sekolah.

Wali Kota Munafri Pastikan Pemkot Makassar Hadir untuk Bantu Korban Kebakaran, KORPRI Bergerak Lewat Donasi

“Google Chromebook bukan hanya sekadar teknologi yang diberikan ke sekolah, tapi kami hadir sebagai mitra jangka panjang. Kami mendampingi proses transformasi digital sampai tahap implementasi dan memastikan dampaknya nyata dirasakan oleh siswa,” ujar Olivia.

Google, melalui pendekatannya yang berbeda dibanding penyedia teknologi lainnya, menjalankan program inkubasi pendidikan dengan pendampingan intensif.

Program ini membantu guru mengadopsi teknologi dalam proses belajar-mengajar serta memonitor dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa.

“Sekolah-sekolah mitra Google akan tergabung dalam komunitas khusus binaan Google untuk terus berbagi praktik baik dan memperluas dampak transformasi pendidikan,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Google Indonesia melalui Education Specialist untuk wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara, M. Edward Ranggong, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendampingi sekolah-sekolah di Kota Makassar, dalam mewujudkan transformasi digital melalui program Google Reference School.

Dalam pertemuan dengan pihak pemerintah Kota Makassar, Edward menyampaikan bahwa program ini akan dimulai dari proses nominasi sekolah oleh Wali Kota dan Dinas Pendidikan setempat.

“Kami akan melakukan peninjauan langsung ke sekolah-sekolah yang ditentukan. Langkah awalnya adalah pendataan dan pemetaan, termasuk melihat apakah guru-guru di sekolah tersebut telah memiliki sertifikasi Google,” ujar Edward.

Sertifikasi Google menjadi salah satu syarat penting dalam program ini, sebagai bukti kecakapan guru dalam mengoperasikan perangkat digital untuk pembelajaran.

Program pelatihan akan dimulai dari level dasar atau Level 0 (foundation level) secara daring. Dari hasil pelatihan ini, hanya guru-guru yang memenuhi kriteria akan direkomendasikan untuk mengikuti sertifikasi Level 1 yang bersifat internasional.

“Pelatihan ini bukan hanya formalitas. Kami ingin memastikan perangkat yang diberikan nantinya benar-benar digunakan secara efektif oleh tenaga pengajar,” lanjut Edward.

Selain kesiapan sumber daya manusia, Google juga akan melakukan pemetaan infrastruktur, terutama terkait jumlah dan kesiapan perangkat komputer (Chromebook) di sekolah. Data ini akan menjadi dasar untuk menentukan bantuan yang diperlukan dari pihak Google.

Setelah semua parameter dipenuhi, termasuk pelatihan dan kesiapan perangkat, sekolah akan mengisi formulir resmi untuk mengikuti proses seleksi.

Proses ini mencakup wawancara, pengumpulan portofolio praktik baik, dan pendampingan lanjutan. Sekolah yang lolos seleksi akan menyandang status sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google.

Target akhir dari program ini adalah menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai Google Reference School, yaitu program global yang hanya diberikan kepada sekolah-sekolah yang berhasil mengintegrasikan teknologi Google secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Kami ingin program ini berjalan dengan terarah, berdampak, dan sukses menjadikan sekolah-sekolah di Sulawesi sebagai pionir transformasi digital pendidikan di Indonesia,” tutup Edward.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan, Pemerintah Kota bersama Google Indonesia tengah mempersiapkan peluncuran program transformasi digital di sekolah-sekolah melalui inisiatif Google Reference School.

Dalam diskusi ini, direncanakan bahwa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) akan menjadi prioritas utama dalam tahap awal pelaksanaan program.

“Saya menyarankan program ini dimulai dari tingkat SMP dan SD. Tapi SMP sudah lebih matang, lebih familiar dengan teknologi, dan berada pada tahap usia pembentukan keterampilan digital yang sangat krusial,” jelas Munafri.

Menurutnya, selain kesiapan siswa, guru-guru SMP yang sudah mengajar per mata pelajaran juga dinilai lebih siap dalam mengadopsi dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.

Dalam tahap awal, sebanyak 15 SMP dan 5 SD akan dipetakan dan ditinjau lebih lanjut. Penentuan sekolah-sekolah ini akan didasarkan pada kesiapan infrastruktur, kualifikasi guru, serta potensi keberhasilan implementasi teknologi di lingkungan belajar.

Wali Kota menyambut baik masukan tersebut dan menekankan pentingnya melakukan perhitungan kebutuhan secara rinci.

“Kita hitung dulu biaya dan sekolah mana saja yang masuk prioritas. Harus betul-betul disesuaikan dengan kesiapan di lapangan,” tegasnya.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement