Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Mitigasi Bencana, Pesan Wamen Diana dalam Orasi Ilmiah ITERA

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Mitigasi Bencana, Pesan Wamen Diana dalam Orasi Ilmiah ITERA - Bencana - Gambar 1627
Wakil Menteri PUPR, Diana Kusumastuti, pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem mitigasi bencana yang efektif.

Manyala.co – Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam membangun sistem mitigasi bencana yang efektif, terutama menghadapi potensi gempa bumi di Indonesia. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Orasi Ilmiah Guru Besar di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Lampung, pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Acara akademik tersebut turut dihadiri oleh Plt. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan menjadi panggung penting bagi pengukuhan dua akademisi terkemuka, Profesor Harkunti Pertiwi Rahayu dan Profesor Ibnu Syabri, yang telah lama dikenal atas dedikasi mereka dalam bidang kebencanaan dan tata ruang.

Penghargaan untuk Dedikasi Ilmiah

Dalam sambutannya, Wamen Diana menyampaikan penghargaan atas kontribusi kedua guru besar, bukan hanya sebagai pencapaian akademik pribadi, melainkan sebagai bentuk nyata dari sumbangsih terhadap pembangunan nasional.

“Pengukuhan ini bukan semata simbol prestasi individu, tetapi juga cerminan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan tinggi, ilmu kebumian, dan kesiapsiagaan bencana yang sangat relevan bagi Indonesia,” ujarnya.

Gempa: Ancaman Nyata, Tindakan Nyata

Diana mengingatkan bahwa Indonesia, yang berada dalam jalur Cincin Api Pasifik, harus siap menghadapi risiko gempa yang tidak bisa diprediksi. Ia mengapresiasi pemikiran Profesor Harkunti yang mengajak masyarakat untuk hidup berdampingan dengan risiko, sembari terus meningkatkan upaya mitigasi.

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kerusakan akibat gempa, menurutnya, sangat beragam — dari runtuhnya bangunan, pergeseran tanah, longsor, hingga perubahan struktur. Namun, satu hal yang bisa dikendalikan adalah kualitas bangunan. Di sinilah peran tata ruang dan desain konstruksi tahan gempa menjadi sangat penting.

“Saya sepakat bahwa tata guna lahan dan pengendalian bangunan melalui kebijakan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta penerapan kode bangunan (building code) secara konsisten adalah fondasi utama dalam upaya mitigasi,” tegasnya.

Strategi Ketahanan dan Teknologi Terkini

Selain desain bangunan baru, Diana juga menekankan pentingnya retrofitting untuk bangunan lama yang belum memenuhi standar SNI terbaru. Di sisi lain, teknologi, basis data yang kuat, serta regulasi yang tepat juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem mitigasi modern.

Ia menyoroti pentingnya kerja sama antara berbagai pihak — dari pemerintah pusat dan daerah, akademisi, hingga sektor swasta dan masyarakat. Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya penting dalam konteks penanggulangan bencana, tetapi juga bagian dari visi pembangunan berkelanjutan.

ITERA sebagai Titik Temu Akademik dan Praktik

Rektor ITERA, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, menyambut baik semangat kolaboratif yang dibawa oleh para tokoh nasional ke kampus. Ia menyatakan bahwa orasi ilmiah ini tidak sekadar seremoni, melainkan kesempatan untuk membuka ruang dialog lintas disiplin demi masa depan Indonesia yang lebih siap dan tahan terhadap bencana.

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

“Ini adalah momen penting untuk pertukaran gagasan. Kami harap semangat ini dapat terus menyulut kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan sektor lainnya,” ucapnya.

Dalam kunjungannya, Wamen Diana turut didampingi oleh sejumlah pejabat kementerian, antara lain Susan Novelia (Kepala BPJN), Roy Panagom Pardede (Kepala BBWS Mesuji Sekampung), dan Ahmad Irwan Kusuma (Kepala BPPW Lampung).

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Pilah Sampah Jadi Kunci Selamatkan Kota Makassar, Pakar Lingkungan Tegaskan Kewajiban Sesuai Amanat UU

02

Viral Video Syur Ibu Guru Salsa Jember, Berikut Klarifikasinya

03

BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 Persen, Masuk Kategori Sangat Memuaskan

04

Transformasi Haji Era Prabowo Berbuah Hasil, Kepuasan Jemaah 2026 Tertinggi Sepanjang Sejarah

05

Wali Kota Munafri Ikut Lari 10K dan Apresiasi Konsistensi Gelaran Makassar SMAnSA Run

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

PSSI: Tak Ada Naturalisasi Baru di FIFA Series

Olahraga Saat Puasa Aman dengan Penyesuaian Intensitas

KNPI Makassar Bersama KKG PJOK Tallo Gelar Kompetisi Futsal dan Voli Pelajar

Indonesia Ajukan Diri Tuan Rumah Piala Asia 2031

Indonesia ke Final Piala Asia Futsal Usai Kalahkan Jepang

Indonesia Lolos Perempat Final Piala Asia Futsal 2026

Kolom

× Advertisement
× Advertisement