Puluhan Mobil Mewah, Uang Tunai, hingga Ducati Disita KPK dalam OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel

Puluhan Mobil Mewah, Uang Tunai, hingga Ducati Disita KPK dalam OTT Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel - KPK - Gambar 65
Ducati Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel Disita KPK dalam OTT

Manyala.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang mengejutkan publik. Kali ini, lembaga antirasuah berhasil mengamankan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, dalam sebuah operasi senyap pada Rabu malam (20/8/2025).

Dari hasil penindakan itu, KPK tak hanya mengamankan sejumlah uang tunai, tetapi juga menyita aset bergerak dalam jumlah besar. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengungkapkan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan cukup mencengangkan. “Yang pasti ada uang, ada puluhan mobil,” ujar Fitroh saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2025).

Tak berhenti di situ, KPK juga menemukan kendaraan roda dua berjenis sport dengan merek terkenal. Salah satunya adalah motor Ducati yang ikut diamankan dalam rangkaian OTT tersebut. Motor besar berkelas premium itu semakin menambah daftar panjang barang sitaan yang kini berada dalam penguasaan KPK.

Immanuel Ebenezer sendiri saat ini telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Selain dirinya, penyidik juga menangkap sembilan orang lain yang diduga ikut terlibat dalam perkara ini. Dengan demikian, total ada 10 orang yang digelandang ke kantor KPK untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal yang disampaikan, kasus ini berkaitan dengan dugaan pemerasan yang dilakukan terhadap sejumlah perusahaan. Modusnya disebut-sebut terkait dengan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebuah sertifikat yang wajib dimiliki oleh perusahaan demi memastikan standar keamanan pekerja.

La Tinro La Tunrung Dorong Masyarakat Perkuat Persatuan dan Keutuhan NKRI

“Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” jelas Fitroh, menegaskan dugaan awal yang sedang didalami KPK.

Kasus yang menjerat Noel ini menjadi perhatian besar publik lantaran merupakan OTT pertama yang melibatkan pejabat di jajaran Kabinet Prabowo-Gibran. Banyak pihak menilai, penindakan ini akan menjadi ujian awal bagi pemerintahan baru dalam menunjukkan komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

Sementara itu, KPK sendiri belum merinci secara detail nilai total uang tunai yang berhasil diamankan maupun merek serta tipe dari puluhan mobil yang disita. Namun, fakta bahwa seorang pejabat setingkat wakil menteri bisa diduga terlibat dalam praktik pemerasan membuat kasus ini semakin ramai diperbincangkan.

Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut, termasuk kemungkinan status tersangka yang akan diumumkan setelah pemeriksaan intensif selesai dilakukan. Jika benar terbukti, kasus ini berpotensi membuka tabir jaringan yang lebih luas terkait praktik pungutan liar dalam pengurusan sertifikasi K3 di Indonesia.

Munculnya nama Immanuel Ebenezer dalam kasus ini juga cukup mengagetkan, mengingat dirinya dikenal sebagai tokoh publik dengan rekam jejak panjang di organisasi relawan. Noel sebelumnya sempat memimpin Jokowi Mania (Joman) sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

La Tinro Soroti Konflik Lahan BUMN dan Masyarakat dalam RDPU Baleg DPR RI

Kini, semua mata tertuju pada langkah KPK berikutnya dalam mengusut tuntas dugaan korupsi yang menyeret Wamenaker Noel, sekaligus mengungkap sejauh mana keterlibatan pihak lain dalam skandal yang menyeruak di awal masa pemerintahan baru ini.

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

01

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

02

UMKM di Era AI: Jangan Sekadar Go Digital, Jadilah Go Intelligent

03

Setahun Menjabat, Wali Kota Makassar Munafri Siapkan Evaluasi dan Rotasi Lurah, Kinerja Jadi Penentu

04

Resmi Pimpin HKTI Enrekang, Yusuf Ritangnga Dorong Kemajuan Sektor Pertanian

05

Wali Kota Munafri Dampingi Mensos RI Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

06

Wali Kota Munafri Lepas Kontingen Makassar ke Porprov Sulsel 2026, Target Pertahankan Gelar Juara

07

Presiden Prabowo Lantik Syahganda dan Fadli sebagai Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Website Resmi Pemerintah Kota Makassar
HUT Kabupaten Enrekang Ke-66
Manyala.co

Olahraga

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti

Rahmat Erwin Abdullah Ukir Sejarah di Asian Games 2026, Emas dan 2 Rekor Dunia

Pelatihan Deep Learning Digelar 2 Hari, Guru PJOK Tallo Siap Mulia­kan Pendidikan dan Cetak Atlet dari SD

Beasiswa Madinah: Bosowa Peduli Dukung Pendidikan 4 Mahasiswa Makassar di Arab Saudi

Tim Indonesia Resmi Dikukuhkan Hadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tingkatkan Keterampilan Pemain Usia Dini, UNM Gelar Pengabdian “Bentuk Latihan Teknik Dasar Sepakbola bagi Siswa SSB Persigowa”

Resmi! Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Usai Bungkam Argentina, Ferran Torres Cetak Gol Bersejarah

Dramatis! Inggris Hancurkan Prancis 6-4, Bukayo Saka Hattrick dan The Three Lions Rebut Peringkat 3 Piala Dunia 2026

Final Ideal Piala Dunia 2026! Spanyol vs Argentina Jadi Duel Penentu Rekor Rivalitas Bersejarah

Argentina Bungkam Inggris 2-1, Tantang Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Perang Nike vs Adidas di Semifinal Piala Dunia 2026: Adu Prestise Dua Raksasa Apparel Dunia

Spanyol Hajar Prancis 2-0, La Roja Lolos ke Final untuk Kedua Kalinya dalam Sejarah

Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026 Resmi: Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina, Catat Jam Tayangnya

Argentina Menggila di Extra Time, Singkirkan Swiss 3-1 dan Tantang Inggris di Semifinal

Bellingham Bawa Inggris Unggul 2-1 atas Norwegia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Atlet Bulutangkis Putri Kecamatan Tallo Raih Juara I O2SN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

KKG PJOK Tallo Gelar Pelatihan Ekstrakurikuler Olahraga di Tingkat SD

KKG PJOK KEC.TALLO Kolaborasi Dengan Fobi Makassar dan KKG UJUNG TANAH SANGKARANG

KKG PJOK Tallo, Tamalate, Panakkukang Gelar Pelatihan Deep Learning

Erick Thohir Bantah Laporkan FAM ke FIFA

Kolom

× Advertisement
× Advertisement